Polisi Minta Dokter Pemalsu Dokumen Segera Hadiri Panggilan

Deny Irwanto    •    Sabtu, 28 Nov 2015 05:22 WIB
pemalsuan dokumen
Polisi Minta Dokter Pemalsu Dokumen Segera Hadiri Panggilan
Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti. Foto: MTVN/Ilham Wibowo

Metrotvnews.com, Jakarta: Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti meminta drg Daniel Lucas Simon segera memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Polisi menduga, Lucas kabur ke luar negeri sehingga tidak memenuhi panggilan.

"Sekarang dia masih di luar Indonesia, kalau dia ada di Indonesia datang dong ke Polda Metro Jaya," kata Krishna saat dikonfirmasi wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat (27/11/2015).

Tersangka pemalsuan dokumen pembelian sebidang tanah di Tangerang itu dikabarkan lari ke luar negeri setelah proses praperadilan terkait status tersangkanya ditolak Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Padahal, berkas Daniel telah lengkap, dan kepolisian bakal membawa berkas perkara ke Kejaksaan.

"Pengacaranya membantah kalau Lucas ke luar negeri dan ada di Indonesia. Mana kok tidak datang ke kita, menghadap dong ke Polda Metro dengan baik-baik. Dia itu sudah keluar surat perintah penangkapan," lanjut Krishna.

Krishna mengaku, belum mengetahui di mana Lucas berada, tapi pihaknya bakal terus mencari Lucas dan membawanya ke Kejaksaan untuk meneruskan perkaranya di persidangan.

Sebelumnya, kuasa hukum Daniel Lucas Simon, Reynol Thonak membantah kalau kliennya telah melarikan diri ke luar negeri dan menjadi buronan daftar pencariaan orang (DPO) Polda Metro Jaya.

Menurut Reynol, kliennya tidak pernah dipanggil untuk diserahkan ke kejaksaan atau masuk tahap kedua (pelimpahan berkas). Tapi, kepolisian justru menetapkan Lucas sebagai buronan (DPO).

"Itu tidak pernah ada pemanggilan. Kok tidak pernah manggil tapi jadi DPO, seorang DPO itu dipanggil dulu kemudian tidak datang," katanya.

Daniel Lucas Simon ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya terkait pemalsuan dokumen pembelian tanah di Tangerang. Ia diacam pidana dalam Pasal 263 dan 266 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun.

Lucas tidak diterima dijadikan sebagai tersangka sehingga yang bersangkutan mengajukan gugatan Praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada awal November 2015 dengan No. 95/pid.prap/2015/PN.JKT_Sel. Dalam putusannya, hakim memutuskan praperadilan tidak dapat diterima dengan alasan NO atau kurang para pihak. Karena hanya Polda Metro Jaya yang digugat sedangkan Kejari Tangerang tidak diikut sertakan dalam gugatan tersebut.

Sementara itu, berkas Daniel telah dinyatakan lengkap atau P21, namun pada saat tahap kedua yakni penyerahan tersangka ke Kejari Tangerang, tersangka Daniel justru tak kunjung datang. Kini, status tersangka Daniel dinyatakan buron dan DPO Polda Metro Jaya karena diduga kabur atau berada di luar negeri.


(REN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA