Stafsus: Penertiban Medsos yang Berkaitan dengan Penyebaran Radikalisme

Ilham wibowo    •    Sabtu, 28 Nov 2015 06:53 WIB
media sosial
Stafsus: Penertiban Medsos yang Berkaitan dengan Penyebaran Radikalisme
Staf Khusus Menkopolhukam Bidang Media Atmadji Sumarkidjo (kiri) dan Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan (kanan) - MI/PANCA SYURKANI

Metrotvnews.com, Jakarta: Staf Khusus Menkopolhukam Bidang Media Atmadji Sumarkidjo mengklarifikasi pernyataan Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM Luhut Binsar Pandjaitan terkait penertiban media sosial. Atmadji mengatakan, penertiban tersebut dalam konteks penyebaran radikalisme dan ancaman ISIS melalui media sosial.

"Tidak ada niat untuk membatasi kemerdekaan berdemokrasi. Sah-sah saja orang mencari uang atau untung dari optimalisasi media sosial. Tidak ada keinginan kita untuk membatasi itu," tutur Atmadji kepada Metro Tv, Jumat (27/11/2015) malam.

Atmadji menuturkan penertiban dilakukan untuk membatasi penyebaran ajaran radikal di media sosial. Sebab hingga saat ini media sosial kerap dipakai untuk menyebar doktrin radikal.  

"Seperti mempropagandakan ISIS, khusus yang berbau radikalisme. Satu dibunuh muncul lagi yang lain, keprihatinannya soal itu saja," beber Atmadji.

Dia memastikan, tidak ada keinginan Luhut untuk melakukan penertiban pada media sosial. Penertiban hanya pada penyebar radikal.

"Ucapan pak Luhut dikutip tidak dalam konteks. Beliau berbicara dalam konteks radikalisme dan ancaman ISIS," jelas Atmadji.


(REN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA