Terpidana Teroris Jaringan Santoso Dilimpahkan ke Mataram

   •    Sabtu, 28 Nov 2015 11:28 WIB
terorisme
Terpidana Teroris Jaringan Santoso Dilimpahkan ke Mataram
Foto ilustrasi. (Ant/Noverandika)

Metrotvnews.com, Mataram: Kejaksaan Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat, resmi menerima pelimpahan Moch Ramuji alias kapten alias Muji, terpidana teroris jaringan Santoso dari Jakarta.

Kajari Mataram Rodiansyah melalui Kasi Intel Fajar Alamsyah Malo menuturkan, pelimpahan itu diproses tim gabungan, yang beranggotakan Satgas Intelijen dan Satgas Teroris Kejaksaan Agung dan Densus 88/antiteror pada Kamis 26 November.

"Kapten dibawa dari Rutan Kelapa Dua dan dieksekusi ke Lapas Mataram, dengan pengawalan ketat dari Jakarta," kata Fajar seperti dilansir Antara, Sabtu (28/11/2015).

Penjemputan dilakukan di Bandara Internasional Lombok (BIL), oleh Tim Pengawal Pengamanan Eksekusi dari Kejari Mataram yang dipimpin langsung oleh jaksa Nuramin. Kapten langsung digiring menuju Lapas Mataram.

Dikatakannya, pemindahan Kapten ke Mataram, sesuai dengan putusan inkrah majelis hakim yang telah menjatuhi hukuman kepadanya selama enam tahun enam bulan.

Saat disinggung terkait alasan majelis hakim melimpahkan terpidana teroris ke Mataram, Fajar mengaku tidak mengetahui secara persis. Namun, ia menuturkan bahwa pemindahan ini dilakukan sesuai dengan kepentingan eksekusi.

"Saya tidak tahu persis alasanya. Yang jelas ini eksekusi terhadap putusan hakim, karena sudah inkrah," ujarnya. 

Ramuji alias Kapten ditangkap Tim Densus 88/antiteror pada pertengahan Mei 2014, di Jalan Belimbing Raya, Paciran, Lamongan, Jawa Timur. Ia diamankan bersama dengan 10 anggota teroris lainnya yang masih satu jaringan dengan Santoso.

Dari hasil pengamanan itu, didapat sejumlah barang bukti berupa 17 pucuk senjata api rakitan, lima samurai, enam pedang ukuran sedang, 25 sangkur, dan beberapa alat pembuatan bom.

Ramuji terbukti melanggar Pasal 15 juncto pasal 6, pasal 15 jo pasal 7, pasal 15 jo pasal 9, serta pasal 13 huruf b dan c Perpu No 1/2002 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, sesuai yang telah ditetapkan dalam UU Nomor 15/2003.

Sementara itu, Kalapas Mataram Hanibal melalui Kepala Keamanan Lapas Mataram Purniawal, membenarkan adanya tahanan yang dilimpahkan dari Kejagung.

"Kami terimanya Kamis (26/11) siang. Dia ditahan secara terpisah, tidak digabung dengan tahanan lain," katanya.


(SAN)

Sidang Perdana Praperadilan Fredrich Yunadi Digelar 12 Februari

Sidang Perdana Praperadilan Fredrich Yunadi Digelar 12 Februari

41 minutes Ago

Pengadilan Jakarta Selatan sudah menetapkan jadwal sidang perdana praperadilan mantan kuasa huk…

BERITA LAINNYA