Tugas Kementan Mendorong Peningkatan Produksi Pangan

Ade Hapsari Lestarini    •    Sabtu, 28 Nov 2015 12:45 WIB
kementerian pertaniankementan ads
Tugas Kementan Mendorong Peningkatan Produksi Pangan
Ilustrasi -- FOTO: MI/RAMDANI

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Hasil Sembiring, menegaskan pihaknya sebagai lembaga pemerintah bertugas mendorong peningkatan produksi pangan dan pemberdayaan petani. Kementan bukan lembaga yang mengolah dan mengeluarkan data.

"Kementan hanya turut berkontribusi melakukan upaya memperbaiki data pangan. Pada 2015, mulai Juni sampai November 2015, Kementan menggelontorkan dana sebesar Rp49 miliar untuk memberikan pelatihan terhadap tenaga-tenaga survei di lapangan, mulai dari kabupaten dan provinsi," ujar dia dalam siaran persnya, Sabtu (28/11/2015).

Selain itu, Kementan juga membelikan alat ubinan padi, dan alat-alat pendukung lainnya, sampai dengan menambah honor dan melakukan sejumlah kegiatan yang sifatnya penyegaran bagi petugas di lapangan.

"Jadi, Kementan itu tidak mengeluarkan data. Data yang diterima Kementan itu dari dinas pertanian di kabupaten dan provinsi, malah Kementan membantu memperbaiki data-data pangan tersebut," tegasnya.

Menurut dia, di kabupaten sampai kecamatan pun ada petugas statistik dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mengumpulkan data sebagai sumber BPS menghasilkan data. Hal ini menjawab perihal validitas data Kementan.

Sementara itu, Direktur Pembangunan Pangan dan Energi, Indonesia Development Monitoring (INDEM), Razikin Juraid, mengatakan berkaitan dengan validitas data pangan, semestinya semua pihak harus membuka mata pada fakta bukan terpaku pada informasi data yang dihasilkan dari sebuah pendekatan metodologi akademis.

Menurutnya, Kementan selama pemerintah Jokowi-JK telah berhasil melahirkan prestasi besar. Yaitu berhasil meningkatkan produksi padi nasional sehingga tidak ada impor beras selama satu tahun pemerintah Jokowi-JK. BPS sendiri telah merilis Angka Ramalan (ARAM) II, bahwa produksi padi di 2015 sebesar 74,9 juta ton.

"Fakta lain, sampai saat ini tidak ada terjadi bencana kelaparan dan lonjakan harga beras akibat stok beras menipis. Bahkan tidak ada rakyat dari Sabang sampai Merauke yang teriak soal stok beras tidak ada dan harga tinggi," kata Razikin.


(AHL)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

6 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA