Visi dan Misi Calon di Banggai Copy-paste Jokowi-JK

subandi    •    Sabtu, 28 Nov 2015 13:10 WIB
pilkada serentak
Visi dan Misi Calon di Banggai <i>Copy-paste</i> Jokowi-JK
Visi-misi Paslon Sofhian Mile-Sukri Djamulang yang dipublikasikan oleh KPU setempat di media massa. Foto: MI/Subandi Arya

Metrotvnews.com, Palu: Visi dan misi pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Sofhian Mile dan Sukri Djamulang, yang dipublikasikan di media-media dan baliho menjadi sorotan masyarakat setempat. Pasalnya, visi dan misi pasangan nomor urut satu itu sama persis dengan visi dan misi Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) di pemilihan Presiden 2014 lalu.

Beberapa poin dalam visi dan misi yang dimaksud di antaranya, mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah dan menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumber daya maritim dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan. Mewujudkan politik luar negeri bebas aktif dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim. Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju dan sejahtera.

Menurut Dosen Universitas Tompotika Luwuk Banggai, Hadianto, aksi meniru visi dan misi pasangan yang diusung Gerindra, PAN dan Hanura itu sangat lucu karena tidak sejalan dengan konsep pembangunan daerah.

Hal itu membuktikan banyak calon kepala daerah yang hanya mementingkan kekuasaan ketimbang masyarakat karena menganggap visi dan misi sebagai formalitas dan pencitraan. "Ini membuktikan ada calon kepala daerah yang tidak punya konsep membangun daerah, visi dan misi itu hanya dijadikan sebagai formalitas untuk pencitraan,” kata dia, saat jumpa pers, Sabtu (28/11/2015).

Ia menambahkan bila calon kepala dan wakil kepala daerah yang tidak memiliki visi dan misi, maka dipastikan akan sulit memiliki terobosan untuk membangun daerahnya sendiri. Padahal, seorang kepala daerah harus membangun daerah dan menyejahterakan masyarakatnya.

Hadianto mengimbau masyarakat lebih selektif dalam memberikan hak pilihnya jelang pilkada serentak 9 Desember nanti. "Agar tidak kecewa ketika mereka sudah terpilih," ujar dia.


(UWA)