Bandara Perintis Harus Siap Gendong Kerugian

Annisa ayu artanti    •    Sabtu, 28 Nov 2015 13:58 WIB
bandara
Bandara Perintis Harus Siap Gendong Kerugian
Landasan Lapangan Terbang Perintis Puluau Bawean. (Ilustrasi ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kebutuhan bandara perintis di berbagai titik wisata Indonesia menjadi fasilitas infrastruktur penting dalam mendorong peningkatan jumlah wisatawan. Namun demikian, yang menjadi masalah, belum ada kesiapan untuk menggendong kerugian bila PT Angkasa Pura II (Persero) diharuskan membangun bandara perintis tersebut.

Anggota Komisi VI DPR-RI Fraksi Gerindra, Mohammad Hekal menyatakan jika BUMN dalam negeri belum mampu menanggung kerugian pada setiap bandara perintis. Hal ini lantaran berpatok pada tugas BUMN yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 yang memberi amanat mewajibkan BUMN meraih keuntungan sebesar-besarnya dan melayani kebutuhan hajat hidup orang banyak.

"Sulit kita mengasih beban yang sebetulnya bukan bebannya (Angkasa Pura II). Karena bandara udara perintis ini sebenarnya pasti akan rugi," ujar Hekal, dalam diskusi 'Revolusi Layanan Bandara', di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta, Sabtu (28/11/2015).

Oleh karena itu, untuk tetap bisa membangun bandara perintis demi memajukan pariwisata Indonesia, harus ada payung hukum yang dapat melindungi Angkasa Pura II dari kerugian.

"Nah kita harus kasih payungnya (hukum( juga. Kamu rugi karena memang kita (BUMN) yang tugasi. Itu harus dipayungi Undang-Undang BUMN," jelas dia.

Untuk saat ini, Hekal mengungkapkan, Undang-Undang BUMN ini masih dalam penggodokan dalam level fraksi.


(AHL)