Ikut Bela Negara, Guru TK Rela Tinggalkan Enam Anaknya

Patricia Vicka    •    Senin, 30 Nov 2015 11:20 WIB
bela negara
Ikut Bela Negara, Guru TK Rela Tinggalkan Enam Anaknya
Sejumlah perempuan ikut program Bela Negara di Yogyakarta, MTVN - Patricia Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Usianya tak lagi muda. Rambut memutih. Namun ia masih tetap semangat mengikuti latihan baris berbaris dan mengikuti program pendidikan latihan (diklat) Bela Negara.

Itulah Sri Daryanti Sudarmini, 51. Ia mengikuti latihan bersama sejumlah perempuan dalam diklat yang berlangsung di Kaliurang, Yogyakarta. Ia adalah peserta perempuan tertua di program tersebut.

Mengikuti program Bela Negara, Sri rela meninggalkan pekerjaannya sebagai guru TK dan wiraswasta. Ia meminta izin untuk tidak mengajar.

Ia juga rela meninggalkan keenam anaknya di rumah. "Anak-anak saya minta mandiri urus semuanya sendiri. Yang buntut (bungsu) saya titipin ke saudara. Tapi saya pantau dari sini," ujar Sri.

Selain itu, ia juga rela tak berjualan selama mengikuti program tersebut. Ia menyerahkan usaha berjualan sate angkringan ke saudaranya.

Ia mengaku gerah dengan kejahatan dunia yang mulai menggerogoti Indonesia, seperti narkoba dan paham radikalisme agama. Warga Indonesia, utamanya anak-anak, membentengi diri dari hal-hal negatif itu.

"Anak muda perlu diikutkan dalam kegiatan yang bermanfaat seperti Bela Negara ini. Supaya mereka terhindar dari perilaku negatif. Mereka bermabuk-mabukan dan pakai narkoba kebanyakan karena tidak ada kegiatan positif," katanya.

Usai mengikuti diklat, perempuan yang aktif dalam organisasi Pemuda Pancasila Sukoharjo itu bertekad menyebarkan nilai-nilai kedisiplinan dan wawasan nusantara.

"Banyak orang salah kaprah dengan bela negara. Disangka ini latihan persiapan untuk perang membela negara. Padahal tidak seperti itu. Tidak ada materi fisik untuk perang," jelasnya.

Malahan sesudah ikut Bela Negara ia merasa lebih cinta pada tanah air, hidupnya lebih disiplin dan lebih sehat. Ia mengikuti diklat mulai 16 hingga 30 November 2015.

Selama diklat peserta diberi materi seputar wawasan nusantara, ancaman negara dan cara menangkalnya serta kedisiplinan, dan pola hidup sehat. Usai diklat, para pimpinan ini diharapkan akan menyebarkan materi yang didapat kepada masyarakat.


(RRN)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

59 minutes Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA