Gabung TPP, Ekonom Nilai Indonesia Lebih Banyak Rugi

Suci Sedya Utami    •    Senin, 30 Nov 2015 12:23 WIB
tpp
Gabung TPP, Ekonom Nilai Indonesia Lebih Banyak Rugi
Ekonom Indef Enny Sri Hartati (MI/MOHAMAD IRFAN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengisyaratkan Indonesia tertarik dan sedang mempertimbangkan untuk bergabung ke dalam Trans Pacific Partnership (TPP) guna meningkatkan kinerja perdagangan Indonesia.

Namun, penilaian berbeda muncul dari Ekonom Indef Enny Sri Hartati yang mengatakan jika Indonesia masuk dalam kerja sama tersebut maka Indonesia akan lebih banyak mendapat kerugian ketimbang keuntungan.

Enny memandang, masuknya Indonesia ke perjanjian perdagangan malah akan membuat defisit neraca perdagangan semakin membengkak. Hal itu terjadi lantaran impor akan lebih banyak masuk ketimbang ekspor.

"Indef menghitung lebih merugikan kalau bergabung, kalau hanya melihat potensi ekspor dan impor. Artinya, kalau bergabung sekarang akan lebih banyak defisit karena lebih banyak impornya," kata Enny, kepada Metrotvnews.com, di Jakarta, Senin (30/11/2015).

Apalagi, lanjutnya, ekspor Indonesia masih mengandalkan komoditas, di mana negara-negara lainnya sudah lebih unggul ekspor barang-barang jadi berupa produk. Sehingga, dengan bergabungnya Indonesia ke TPP hanya akan menjadi pasar bagi negara lain.

Ia mencontohkan ketika ada Free Trade Agreement (FTA) atau perjanjian perdagangan bebas dengan beberapa negara lainnya seperti Tiongkok, dan Jepang, malah menjadikan neraca dagang defisit. "Dengan Malaysia, Tiongkok, AS, Jepang, tadinya kita surplus. Sekarang jadi defisit. Sekarang tinggal sama India saja kita surplus," ujar dia.

Dengan demikian, Enny menilai, lebih baik Indonesia memperkuat strategi untuk meningkatkan produk di dalam negeri terlebih dahulu. Sebelum nantinya berkomitmen dalam TPP. Indonesia harus memanfaatkan peluang TPP guna mendorong ekspor, sehingga perlu kesiapan di dalam negeri.

"Kita perkuat dulu potensi dalam negeri. Fokus itu dulu. Di samping try out, latihan dulu saja untuk MEA yang sudah di depan mata," pungkasnya.


(ABD)