JK: Hati-hati Pakai Uang Rakyat

Dheri Agriesta    •    Senin, 30 Nov 2015 17:03 WIB
helikopter
JK: Hati-hati Pakai Uang Rakyat
Wapres Jusuf Kalla.MTVN/Dheri Agriesta

Metrotvnews.com, Surabaya: Wakil Presiden Jusuf Kalla khawatir niat pembelian helikopter Augusta pabrikan Italia hanya menimbulkan masalah bagi pemerintah, seperti dialami India dua tahun silam. Pemerintah harus bijak membelanjakan uang rakyat.

JK menceritakan, sebuah skandal pembelian helikopter Augusta pabrikan Italia pernah terjadi di India. Saat itu, pemerintah India berniat membeli helikopter dengan harga mahal.

Menurut JK, menteri, panglima, dan direktur utama yang terlibat dalam pembelian capung besi itu masuk penjara dua tahun lalu. Mereka dianggap terlibat korupsi.


Heli jenis AgustaWestland AW101 yang diincar TNI AU untuk VVIP.The Billionaire Shop

"Anda boleh cek di India skandal heli," kata JK di Gedung Grahadi, Surabaya, Senin (30/11/2015).

JK mengatakan, pemerintah harus hati-hati soal rencana pembelian helikopter dari Italia. Dia cemas heli yang hendak dibeli Indonesia adalah buangan dari India.

JK pun meminta rencana pembelian pesawat baru ini dievaluasi. Pemerintah tak boleh berlebihan memanfaatkan uang rakyat. "Uang rakyat loh yah. Hati-hati pakai uang rakyat," tegas JK.

JK menilai, niat untuk membeli helikopter anyar sangat berlebihan. "Padahal ada lima. Jadi kalau beli lagi tambahan itu berlebihan," JK menjelaskan.


Heli jenis AgustaWestland AW101.Militaryfactory

Sebelumnya, Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Agus Supriatna mengatakan TNI AU berencana membeli tiga helikopter untuk 'Very Very Important person' (VVIP). Pembelian heli sesuai rencana strategis TNI AU periode 2015-2019.

Heli yang diincar jenis AgustaWestland AW101 yang dikembangkan perusahaan asal Inggris dan Italia. Bila dana mencukupi, helikopter bakal dipasang antipeluru, antijamming, antirudal, dan lainnya.

Pengadaannya menjadi kontroversi, sebab PT Dirgantara Indonesia sebenarnya memproduksi helikopter dengan spesikasi serupa. Bahkan tercatat ada 32 kepala negara yang menggunakan helikopter VVIP made in Bandung tersebut.

Rencana import heli juga bertentangan dengan semangat mengutamakan hasil produksi dalam negeri. Impor hanya untuk produk yang belum dapat diproduksi di dalam negeri dan wajib ada alih teknologinya.


Perakitan heli jenis Superpuma SA 332 C1A dan Cougar E725 di hanggar PT Dirgantara Indonesia (DI).ANT/Novrian Arbi


(ICH)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

12 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA