Johan Kaget RUU KPK Masuk Prolegnas 2015

Yogi Bayu Aji    •    Senin, 30 Nov 2015 17:16 WIB
revisi uu kpk
Johan Kaget RUU KPK Masuk Prolegnas 2015
Plt Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji dan Johan Budi SP,--Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Metrotvnews.com, Jakarta: Pelaksana Tugas Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Johan Budi kaget RUU KPK masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2015. Padahal pemerintah sudah sepakat revisi tak dibahas tahun ini.

"Saya cukup terkejut," kata Johan di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (30/11/2015).

Dia mengatakan, revisi UU KPK seharusnya memprioritaskan pada memperkuat lembaga antikorupsi. Namun, dia melihat perubahan UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK ini justru terindikasi melemahkan.

"Jadi kalau semangat revisi ini adalah untuk memperlemah tentu harus ditolak," jelas dia.

Pelaksana Tugas Pimpinan KPK Indriyanto Seno Adji menambahkan, pemerintah sejatinya sudah berkomitmen pembahasan RUU KPK dilakukan pada 2016. Dia menilai sekarang bukan waktu tepat mengutak-atik UU KPK.

Indriyanto menjelaskan, jika harus direvisi, KPK hanya setuju pada hal-hal yang menguatkan pemberantasan korupsi. Dia pun berharap, pemerintah tetap ingat pada komitmennya memperkuat KPK.

Diketahui inisiatif pemerintah untuk merevisi UU KPK telah dibatalkan pada Juni 2015. Saat ini inisiatif merevisi UU diambilalih oleh DPR. Di sisi lain, DPR memiliki tugas untuk segera menggelar fit and proper test dan memilih Komisioner KPK periode 2015-2019.

Penggantian Komisioner KPK jilid III cukup mendesak mengingat masa tugasnya berakhir pada 15 Desember mendatang. Sejumlah kalangan menduga wacana revisi UU KPK yang berisi sejumlah hal yang akan melemahkan lembaga antikorupsi ini menjadi barter politik DPR kepada pemerintah.


(MBM)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

6 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA