Pemilihan Wakil Wali Kota Cirebon Tersandung Politik

Ahmad Rofahan    •    Senin, 30 Nov 2015 18:35 WIB
unjuk rasa
Pemilihan Wakil Wali Kota Cirebon Tersandung Politik
Foto: Sejumlah perwakilan mahasiswa yang berunjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Kota Cirebon menyampaikan tuntutan terkait pemilihan wakil wali Kota Cirebon, Senin 30 November 2015/MTVN_Ahmad Rofahan

Metrotvnews.com, Cirebon: Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, mengaku menghadapi sejumlah hambatan dalam menentukan Wakil Wali Kota Cirebon. Kepala Bagian Pembangunan dan Pemerintahan Kota Cirebon Agus Sukmanjaya mengatakan, pemilihan wakil wali Kota Cirebon tersandung masalah politik dan administrasi.

"Saat ini masih dalam penyelesaian dalam ranah politik," kata Agus Sukmanjaya saat audiensi dengan sejumlah perwakilan mahasiswa di Kantor Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, Senin (30/11/2015).

Menurut Agus, terkendalanya pemilihan wakil wali Kota Cirebon ini lantaran belum adanya kesepakatan partai pengusung terhadap calon wakil wali kota. Agus menambahkan, untuk ranah politik ini, Pemkot Cirebon tidak bisa ikut campur.

"Makanya, silakan masyarakat untuk ikut mendorong penyelesaian masalah politik ini. Agar pemilihan bisa segera terlaksana," ujar dia.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Cirebon Asep Dedi menuturkan, Pemkot Cirebon sudah berusaha semaksimal mungkin untuk segera memilih wakil wali Kota Cirebon. Pihaknya juga sudah sering berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk masalah ini.

"Kami tidak diam. Kami selalu berusaha. Namun penyelesaian untuk masalah politik, Pemkot tidak bisa ikut campur. Kalau ranah politik sudah beres, baru Pemkot akan melanjutkan ke ranah administrasinya," kata Asep.

Sebelumnya, Panitia Pemilih (Panlih) DPRD Kota Cirebon menerima berkas dua calon Wakil Wali Kota Cirebon yang akan mendampingi Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis untuk sisa masa jabatan 2013-2018. Kedua nama itu yakni Toto Sunanto dari Partai Golkar dan Eti Herawati alias Eeng Carli dari Partai NasDem. Namun kedua calon belum mendapat dukungan dari partai politik.


(TTD)