Bandara Pondok Cabe Dikomersialkan, Pertamina Hanya Dapat Rp50 Miliar/Tahun

Husen Miftahudin    •    Senin, 30 Nov 2015 18:51 WIB
pertamina
 Bandara Pondok Cabe Dikomersialkan, Pertamina Hanya Dapat Rp50 Miliar/Tahun
Bandara Pondok Cabe. MI/Himanda Amrullah.

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pertamina (Persero) dan PT Garuda Indonesia Tbk melakukan kerja sama pengelolaan Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Namun sayangnya, kerja sama mengkomersialkan bandara ini hanya menambah sedikit pendapatan yang akan dihasilkan oleh Pertamina dalam setahun.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengakui, pihaknya hanya mendapat pendapatan sebesar Rp40 miliar hingga Rp50 miliar per tahun dari komersialisasi Bandara Pondok Cabe. Menurut dia, kerja sama yang disaksikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno seharusnya bernilai triliunan.

"Optimalisasi penggunaan lapangan Pondok Cabe ini diharapkan dapat memberikan potensi tambahan pendapatan bagi Pertamina sekitar Rp40 miliar-Rp50 miliar per tahun. Sedikit ya. Kalau Bu Menteri yang menyaksikan itu harus besar potensinya. Kalau ada Bu Menteri harus bicara triliunan," canda Dwi sembari terkekeh di depan Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo di kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (30/11/2015).

Meskipun begitu, komersialisasi bandara tersebut diharapkan dapat memberi keuntungan bagi kedua belah pihak. Pasalnya, Garuda Indonesia dan Pertamina akan mendapatkan pemasukan tambahan dari Bandara Pondok Cabe yang kini dikelola PT Pelita Air Service (PAS).

Bandara Pondok Cabe rencananya akan dikomersialkan pada Maret tahun depan dengan menerbangkan pesawat berjenis ATR 72-600. Nantinya, Garuda Indonesia akan melayani delapan rute penerbangan seperti Lubuk Linggau dan Palembang (Sumatera Selatan), Pangkalan Bun (Kalimantan Tengah), Tanjung Karang (Lampung), Ketapang (Kalimantan Barat), Semarang, dan Yogyakarta.

"Dan kemungkinan besar Cilacap (Jawa Tengah). Atau bisa juga mempertimbangkan beberapa bandara yang jadi basis Pertamina seperti Cepu atau beberapa titik lain," pungkas Dwi.


(SAW)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

6 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA