Sudirman Said Dianggap Ceroboh dalam Menyerahkan Transkrip dan Rekaman

M Rodhi Aulia    •    Senin, 30 Nov 2015 21:39 WIB
pencatut nama presiden
Sudirman Said Dianggap Ceroboh dalam Menyerahkan Transkrip dan Rekaman
Menteri Sudirman Said--Antara/Hafidz Mubarak A.

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said dianggap ceroboh dalam menyerahkan bukti transkrip dan rekaman ke Mahkamah Kehormatan (MKD). Karena itu, Fraksi Partai Gerindra menolak MKD mengusut kasus yang melibatkan Ketua DPR Setya Novanto.

"Karena laporan enggak sinkron dan transkrip enggak ada rekamannya. Jadi rekaman yang dikirim, bukan dari transkrip yang diserahkan," kata Wakil Ketua MKD Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/11/2015).

Politikus Partai Gerindra ini meminta MKD untuk melakukan verifikasi yang sempurna, di antaranya mendengarkan rekaman pembicaraan yang diduga antara Setya Novanto dan perwakilan PT Freeport Indonesia. Rekaman itu, harus diperdengarkan secara keseluruhan dan meminta pendapat pakar atas rekaman tersebut.

"Jadi terlalu dini melakukan pemanggilan-pemanggilan. Karena opini publik begitu terbentuk, padahal laporan transkrip dan bukti rekaman saja, tidak sinkron. Jadi perlu verifikasi lagi," ujar dia.

Menurut Sufmi, rangkaian verifikasi yang tertib itu sesuai dengan tata cara menyelesaikan perkara di MKD. Ia menyesalkan rekan-rekannya sesama anggota MKD dari fraksi lain yang tetap memaksakan proses MKD tetap dilanjutkan.

"Kita juga enggak mau menunda-nunda. Kita ingin perkara ini selesai. Akan tetapi, sesuai tata beracara di MKD. Jadi verifikasi ini penting," tukas dia.

MKD akan menggelar rapat pleno, pada Selasa 1 Desember besok. Dalam rapat tersebut, Sufmi berharap MKD dapat sepakat mengambil keputusan memperdengarkan rekaman tersebut sebagai langkah konkret memvalidasi dokumen dan bukti yang dibawa Sudirman Said untuk menjerat Setya Novanto.


(AZF)