Penularan HIV dari Pasangan Sesama Jenis Meningkat

Damar Iradat    •    Senin, 30 Nov 2015 23:21 WIB
Penularan HIV dari Pasangan Sesama Jenis Meningkat
Ratusan masyarakat berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Boyolali menolak pernikahan sejenis, Jumat (16/10/2015). Foto: Metrotvnews.com/Pythag

Metrotvnews.com, Jakarta: Angka penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV) melalui hubungan laki-laki sesama laki-laki (LSL) meningkat. Dalam empat tahun terakhir, angka tersebut meningkat lebih pesat dibanding penularan melalui jarum suntik.

Kementerian Kesehatan merilis, sejak tahun 2011 angka penularan HIV dari LSL meningkat cukup drastis. Pada 2011 angka  penularan HIV dari LSL baru menyentuh 8,5 persen, sementara pada tahun 2015 angka tersebut naik menjadi 25,8 persen.

Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, Sigit Priohutomo mengatakan, kasus penularan HIV dari LSL ada di enam kota.

"Paling banyak masih di DKI Jakarta," kata Sigit dalam acara temu media menyambut Hari AIDS Sedunia di Gedung Kemenkes, Senin (30/1/2015).

Kendati demikian, peningkatan angka tersebut tidak memiliki faktor khusus. Masalah seks bebas masih jadi penyebab utama penularan HIV.

"Sebenarnya begini, kan tidak ada bedanya seks antara laki-laki dengan laki-laki, maupun laki-laki dengan perempuan. Tidak ada masalah sebenarnya," lanjut Sigit.

Ia menambahkan, "Yang jadi masalah adalah multi-partnernya, bukan karena ketidaksetiaan itu,"

Selain lewat pasangan LSL, penularan HIV dari hubungan seks dengan waria juga meningkat. Pada tahun 2011, angka tersebut berada pada 21,85 persen dan naik menjadi 24,8 persen pada tahun 2015.

Penularan lewat hubungan seks dengan waria, kata Sigit sebetulnya bukan masalah baru. Pada sekitar tahun 1987 sebetulnya masalah ini sudah terjadi. Namun, masalah penularan HIV pada masa itu berubah ke arah wanita penjaja seks.

Waria dianggap lebih sulit dijangkau daripada wanita penjaja seks maupun ibu rumah tangga yang positif HIV.

"Artinya kelompok tersebut (waria) agak lebih sulit untuk didekati. Mereka sedikit ekslusif. Memang akibatnya seperti ini kalau sulit menjangkau mereka," papar Sigit.

Belum lagi jika para LSL juga menjalin hubungan dengan peremuan. Hal ini mengakibatkan penyebaran HIV bisa semakin tinggi.

"Kalau mereka hanya terbatas laki suka laki mungkin penyebaran tidak seluas saat ini, tapi kalau suka perempuan juga, nyebar lagi ke perempuan dan anak,"

Untuk itu, Sigit mengimbau untuk masyarakat menerapkan kembali ke gaya hidup sehat. Artinya, setia pada pasangan.
(AZF)