Jalur Pendakian Gunung Merapi Dibuka Kembali

Patricia Vicka    •    Selasa, 01 Dec 2015 09:59 WIB
gunung merapi
Jalur Pendakian Gunung Merapi Dibuka Kembali
Mobil patroli Polhut masuk ke area Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Yogyakarta. (Metrotvnews.com/Patricia Vicka)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Jalur pendakian Gunung Merapi melalui Selo dibuka kembali, Selasa 1 Desember pagi. Namun, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) akan terus memantau, dan bisa sewaktu-waktu ditutup bila ada erupsi atau bahaya lainnya.

Pembukaan jalur itu dilakukan setelah selama satu bulan pendakian dari Selo, Boyolali, Jawa Tengah ke puncak Merapi ditutup. Kepala Balai TNGM Edy Sutiyarto mengatakan pembukaan jalur pendakian resmi tersebut karena sudah dirasa aman dan diperkirakan tidak terjadi kebakaran.

"Hari ini kami buka kembali. Kemarin (November) kami tutup karena adanya kebakaran akibat musim kemarau panjang. Tapi bulan ini sudah masuk ke musim penghujan, jadi kami buka," ujar Edy di Balai TNGM Yogyakarta.

Namun, pihaknya akan menutup kembali jalur pendakian jika terlihat tanda-tanda aktivitas erupsi Gunung Merapi yang membahayakan. Dengan dibukanya jalur pendakian tersebut, para pengunjung tidak hanya bisa mendaki Gunung Merapi tetapi juga bisa bertamasya dan berpetualang ke tempat wisata disekitar Merapi seperti wisata ekoturisme di Kaliurang, Tlogo Nirmolo dan bersepeda di Srumbung.

Sebelumnya selama musim kemarau panjang, telah terjadi beberapa kali kebakaran di Gunung Merapi. Di Bulan November saja, lanjut Edy, ada dua kebakaran yang cukup besar di dua kecamatan, yakni Dukun dan Selo.

"Yang paling besar di Dukun. Akibat kebakaran 78 hektare hutan hangus terbakar. Kalau di Selo luasnya yang terbakar ada 32 hektare," jelasnya.

Kebakaran ini menyebabkan ribuan pohon hangus terbakar dan sekitar 30 jenis vegetasi di Merapi rusak, antara lain Puspa, Salam, Tese, Aren, dan Elo.

Minggu ini pihaknya akan melalukan reboisasi dan restorasi kembali ke 30 hektar lahan yang rusak karena kebakaran. Penanaman akan dimulai dari Kecamatan Cangkringan, dan Srumbung.

"Ada tiga jenis bibit yang akan kami tanam, yakni puspa, salam, dan berasan. Di Desa Ngablak Kecamantan Srumbung akan kami tanam 2.500 puspa, 1.000 salam dan 1.000 berasan," tutupnya.


(SAN)