Tips Safety Driving

Pemilik Supercar Wajib Paham Perilaku Berkendara Pakai Supercar

Ekawan Raharja    •    Selasa, 01 Dec 2015 15:11 WIB
safety driving
Pemilik Supercar Wajib Paham Perilaku Berkendara Pakai Supercar
Banyak para pemilik supercar yang belum paham mengendari mobil bertenaga buas tersebut. MTVN/Ahmad garuda - Antara Foto/Didik Suhartono

Metrotvnews.com, Jakarta: Sepanjang tahun 2015, banyak kasus kecelakaan yang melibatkan supercar. Hal ini bisa terjadi lantaran banyak pemiliki supercar yang belum paham bagaimana cara mengendari mobil mereka.

Rifat Sungkar selaku Direktur Rifat Drive Labs, pun menyampaikan fakta yang menarik tentang supercar. Dia berujar bahwa mengendarai supercar berbeda dengan mengendarai mobil biasa.

"Karakteristik supercar dengan mobil biasa itu berbeda. Kita ambil contoh mobil SUV atau MPV yang laku di Indonesia. Akselerasi 0-100 kilometer per jam (kpj) memerlukan waktu 10 detik, sedangkan supercar paling tiga sampai empat detik. Ini artinya, diperlukan skill tiga kali lipat untuk mengendarai supercar," terang Rifat melalui mesin penjawab.

Jusri Pulubuhu, Pendiri dan Instruktur Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC), juga menjelaskan bahwa banyak pemilik supercar yang masih kurang memiliki kemampuan untuk mengemudikan mobil bertenaga super tersebut. Skill sendiri tidak hanya terpaut mengenai teknik mengemudi, tetapi meliputi pula faktor soft skill.

"Skill mengemudi sendiri meliputi pengenalan karakteristik tenaga, kemampuan handling, dan juga teknik pengereman. Sedangkan psikis lebih kepada pola pikir saat mengemudi dan hal-hal disekitar," terang Justri dikesempatan yang berbeda.

Pria yang juga gemar mengendarai motor gede (moge) tersebut menambahkan, banyak pengemudi supercar ataupun moge yang terlena saat mengoperasikan kendaraan tersebut. Saat masuk ke dalam kabin ataupun duduk di atas joknya, maka zat endorfin, zat yang membuat adrenalin meningkat dan memberikan perasaan bahagia, akan meningkat dan membuat pengemudi terlena.

Hasilnya rasio logika akan kalah dan tidak bisa mengambil keputusan dengan baik saat menjalankan kendaraan tersebut.

Bos Rifat Drive Labs menambahkan, para pemilik mobil jenis itu sebaiknya mengikuti lembaga mengemudi yang aman dan efektif alias lembaga safety driving. Nantinya melalui lembaga tersebut, para pemilik supercar akan diajari mengenai pengenalan mobil, teori dan praktek teknik mengemudi, hingga pendidikan psikis mengemudi.


(UDA)