Tiongkok Minta Negara Maju Salurkan Dana untuk Perubahan Iklim

Willy Haryono    •    Selasa, 01 Dec 2015 12:02 WIB
cop21
Tiongkok Minta Negara Maju Salurkan Dana untuk Perubahan Iklim
Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam KTT Perubahan Iklim COP21 di Paris, Prancis, Senin (30/11/2015). (Foto: AFP/ALAIN JOCARD)

Metrotvnews.com, Paris: Presiden Tiongkok Xi Jinping meminta negara-negara maju untuk menghormati komitmen mereka dalam menyediakan USD100 miliar atau setara Rp1,3 kuadriliun per tahun kepada negara berkembang untuk mengatasi perubahan iklim. 

Dalam KTT Perubahan Iklim COP21 di Paris, Prancis, Xi menyebut negara maju harus menerima "tanggung jawab untuk lebih banyak berbagi" dalam membatasi pemanasan global dan membantu negara miskin menghadapi dampak perubahan iklim. 

"Negara maju harus menghormati komitmen mereka memobilisasi USD100 miliar per tahun mulai dari 2020, dan menyediakan dukungan dana kuat kepada negara berkembang," kata Xi, berdasarkan pernyataan resminya yang sudah diterjemahkan, seperti dilansir AFP, Senin (30/11/2015). 

"Membagi teknologi ramah iklim ke negara-negara berkembang juga merupakan hal penting lainnya," sambung Xi. 

Negara-negara maju bertekad menggelontorkan USD100 miliar per tahun, dimulai pada 2020, kepada sejumlah negara berkembang dalam sebuah pertemuan PBB di Copenhagen pada 2009. 

Namun hingga 2015, negara-negara berkembang merasa frustrasi karena negara-negara maju belum sepenuhnya berkomitmen terhadap janji mereka. 

Uang bantuan ditujukan untuk membantu negara berkembang dalam memangkas emisi karbon gas rumah kaca, yang dapat memperburuk pemanasan global. Dana juga bertujuan mengantisipasi meningkatnya level permukaan air laut, ancaman kekeringan dan potensi bencana alam lainnya. 

Perdebatan atas masalah uang menyoroti ketegangan antara negara maju dan berkembang mengenai siapa yang harus lebih bertanggung jawab dalam mengatasi perubahan iklim. 

Tiongkok dan Amerika Serikat bertekad bekerja sama untuk memerangi pemanasan global. Xi menegaskan negara-negara miskin tidak perlu mengorbankan pertumbuhan ekonomi mereka dalam menghadapi masalah perubahan iklim. 

"Merespon perubahan iklim seharusnya tidak membatasi kebutuhan negara berkembang dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan standar hidup masyarakatnya," tutur Xi. 

"Konferensi Paris harus mengubah mental berpikiran sempit dan menyerukan kepada semua negara -- terutama negara maju -- untuk lebih membagi tanggung jawabnnya demi solusi yang saling menguntungkan," tambah dia. 

Sejumlah negara maju menyadari tanggung jawab mereka untuk melawan pemanasan global. Namun menahan peningkatan temperatur Bumi di bawah dua derajat Celcius -- yang merupakan target PBB -- akan menjadi tugas mustahil jika negara berkembang pesat seperti Tiongkok dan India gagal meningkatkan usaha mereka dalam memangkas emisi karbon.


(WIL)