Permintaan Sidang PK Baasyir di PN Cilacap Dikabulkan

Deny Irwanto    •    Selasa, 01 Dec 2015 12:05 WIB
terorisme
Permintaan Sidang PK Baasyir di PN Cilacap Dikabulkan
Terdakwa kasus terorisme Abu Bakar Baasyir. (Foto: MI/Adam Dwi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan permohonan kuasa hukum terpidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir untuk melanjutkan sidang Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Negeri Cilacap. Selain sudah tua, Baasyir mulai sakit-sakitan.
 
Persidangan yang dipimpin Hakim Ketua Majelis Achmad Rivai memutuskan ketidakhadiran Baasyir dalam sidang PK hari ini di PN Jaksel menjadi penghalang jalannya sidang.
 
"Menetapkan Ketua Pengadilan Negeri Cilacap untuk menunjuk majelis hakim guna menyidangkan Peninjauan Kembali dengan pemohon Abu Bakar Baasyir," kata Rivai dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa (1/12/2015).
 
Rivai memerintahkan majelis hakim Pengadilan Negeri Cilacap segera mengirimkan berita acara persidangan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan jika sidang sudah selesai.
 
"Memerintahkan panitera Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk mengirim berkas Peninjauan Kembali ke Pengadilan Negeri Cilacap untuk disidangkan," beber Rivai.
 
Inti dari keputusan sidang PK Baasyir hari ini, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menyerahkan sidang PK lanjutan ke Pengadilan Negeri Cilacap.
 
"Majelis mengambil sikap minta bantuan kepada Pengadilan Negeri Cilacap untuk menyidangkan PK ini. Jadi pemohon dan termohon tinggal menunggu panggilan sidang dari Pengadilan Negeri Cilacap," ujar Rivai.
 
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada Abu Bakar Baasyir, dan Baasyir mengajukan banding. Pada tingkat banding, Pengadilan Tinggi Jakarta memutuskan hukuman sembilan tahun penjara untuk Ba'asyir.
 
Sementara itu di tingkat kasasi, Mahkamah Agung (MA) membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Jakarta Nomor 332/Pid/2011 PT.DKI pada bulan Oktober 2011.
 
Dalam hal ini, MA membatalkan putusan hukuman sembilan tahun penjara dan kembali pada putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, yakni 15 tahun penjara. Baasyir mengajukan PK atas vonis 15 tahun penjara tersebut.
 
Dalam kasus tersebut, Baasyir dinyatakan bersalah karena terbukti merencanakan atau menggerakkan orang lain dengan memberikan dananya untuk kegiatan pelatihan militer di Pegunungan Jantho, Aceh Besar.
 
Dana yang terbukti dihimpun Baasyir sejumlah Rp350 juta, dengan rincian Rp150 juta didapat dari Haryadi Usman dan Rp200 juta dari Syarif Usman serta sebuah 'handycam' dari Abdullah Al Katiri.
 
Baasyir menghuni Lapas Batu sejak 6 Oktober 2012 setelah dipindah dari Rumah Tahanan Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia. Sejak 15 Januari 2013, Baasyir dipindah ke Blok D Lapas Pasir Putih, Nusakambangan.
 


(FZN)

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

19 hours Ago

Miryam S. Haryani yang menyebut ada pertemuan anggota Komisi III DPR dengan pejabat KPK setingk…

BERITA LAINNYA