Positif HIV Bukanlah Akhir Segalanya

Ahmad Mustaqim    •    Selasa, 01 Dec 2015 12:11 WIB
aids
Positif HIV Bukanlah Akhir Segalanya
Magdalena Diah Utami, warga Yogyakarta yang terinfeksi virus HIV/AIDS, bersama dua putrinya. (Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: "Menjadikan HIV/AIDS sebagai bagian hidup." Itulah kalimat yang dipegang oleh Magdalena Diah Utami, 38 tahun, warga Suryodiningratan, Yogyakarta yang tetap bugar meski terinfeksi virus HIV/AIDS selama depalan tahun.

Tak hanya Magda yang terinfeksi virus itu. Putri pertamanya, Seraf, 8, juga terinveksi saat balita, bahkan di posisi stadium empat. Syukurnya, putri kedua Magda, Mary, 2,2 tahun, negatif dari virus HIV/AIDS.

Bagi Magda, yang diperlukan untuk pengidap HIV/AIDS bukan lagi menerima sebagai penyakit yang memalukan. Namun, menjadikan hal itu sebagai sesuatu yang positif dan membuat hidup lebih bermakna.

"Itu bukan akhir segalanya. Tapi awal untuk memulai sesuatu yang baru. Hidup sehat, peduli diri sendiri, peduli pada orang lain, dan bisa bermakna buat orang lain," kata Magda saat ditemui di kediamannya, Senin (30/11/2015) petang.

Magda mengatakan dirinya sering berbagi pengalaman terkait virus HIV/AIDS dengan orang lain. Berbagi pengalaman tersebut Magda mulai pada 2011 saat di Klaten, Jawa Tengah. Bermula dari situ, ia kemudian terbuka bagi hampir setiap orang yang hendak berdiskusi soal virus itu.

"Saya sedang menulis jurnal bagaimana merawat anak yang terinveksi AIDS. Saya boleh berbangga hati. Seraf, satu dari banyak anak-anak di Yogyakarta yang mengetahui status HIV/AIDS. Bagaimana dia harus rajin dan tepat waktu minum obat antivirus," kisahnya.

Ia mengungkapkan, semua anggota keluarganya terbuka untuk belajar dengan komunitas HIV. Bahkan, tak jarang ada pula sejumlah mahasiswa yang datang untuk melakukan riset tentang virus HIV/AIDS.

Urusan berbagi pengalaman, tak hanya Magda dan keluarganya yang melakukan. Bahkan, Seraf juga ikut memberikan contoh bagi teman-temannya di sekolah bagaimana memahami kandungan nutrisi yang ada di makanan.

"Saya juga bersyukur punya keluarga yang sangat mendukung. Tuhan membuat begini pasti ada maksud," ujarnya.

Perempuan yang aktif di Usaha Peningkatan Kesehatan Masyarakat Community Development (CD) RS Bethesda ini menegaskan, keberhasil untuk bertahan tak hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang lain. Ia meminta bagi siapapun yang terinfeksi virus HIV/AIDS tak perlu takut terdiskriminasi.

"PR (pekerjaan rumah) bagi pemerintah, bagaimana membaginya informasi terkait HIV dengan benar dan merata. Jangan hanya ketika ada program saja," pungkasnya.


(SAN)

Eks Dirut PNRI Sempat Terdiam saat Ditanya Peran Andi Narogong

Eks Dirut PNRI Sempat Terdiam saat Ditanya Peran Andi Narogong

37 minutes Ago

Mantan Direktur Umum PNRI, Isnu Edhi Wijaya menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus korupsi K…

BERITA LAINNYA