Tiongkok dan Timteng Jadi Pelanggan Bagian Tubuh Satwa Dilindungi

Lukman Diah Sari    •    Selasa, 01 Dec 2015 13:00 WIB
Tiongkok dan Timteng Jadi Pelanggan Bagian Tubuh Satwa Dilindungi
Barang bukti bagian tubuh satwa dilindungi yang dikeringkan sebelum dimusnahkan. (Foto: Metrotvnews.com/Lukman)

Metrotvnews.com, Jakarta: Usai ditangkap, tersangka AA, 61, penjual bagian tubuh satwa dilindungi mengaku mayoritas pembeli barang dagangannya kebanyakan berasal dari Tiongkok dan Timur Tengah.

"Menurut pengakuan pelaku, setidaknya importir dari Cina dan Timur Tengah merupakan pelanggan tetap yang secara rutin membeli bagian tubuh penyu dan satwa lainnya," ungkap Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Yazid Fanani di Lapangan Bhayangkara, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (1/12/2015).

Dalam hasil pengungkapan itu, penyidik menyita 345 kilogram karapas penyu, 70 kilogram daging penyu kering, 82 kilogram tanduk rusa, dan 80 kuda laut kering. Bagian-bagian tubuh satwa itu sangat laku di pasaran, lantaran memiliki nilai kerajinan tangan yang bernilai jual tinggi.

"Sebagaimana diketahui karapas penyu merupakan bahan dasar untuk pembuatan produk-produk kerajinan tangan yang bernilai jual tinggi," ungkapnya.

Dia melanjutkan, harga jual dari bagian-bagian tubuh satwa itu dilihat dari volumenya.

"Di pasaran internasional harga per pound karapas penyu sisik berkualitas istimewa mencapai USD100, sedangkan kualitas medium mencapai USD30–50 per pound," bebernya.

Sementara harga daging penyu, bisa mencapai USD40 per pound di pasar internasional. Dari hasil berjualan bagian tubuh satwa ini, AA mengantongi keuntungan lebih dari Rp3 miliar.

Atas perbuatannya, AA terancam hukuman 5 tahun dan denda maksimal Rp.100 Juta, sesuai dengan Pasal 21 ayat (2) huruf b dan d Jo Pasal 40 ayat ( 2 ) Undang-Undang RI No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
(MEL)