Warga Yogya Demo Usir OPM

Patricia Vicka    •    Selasa, 01 Dec 2015 13:46 WIB
organisasi papua merdeka
Warga Yogya Demo Usir OPM
Demonstrasi warga menolak OPM di Gedung DPRD Yogyakarta, Selasa (1/12/2015). (Metrotvnews.com/Patricia Vicka)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Warga Yogyakarta yang tergabung dalam Front Jogja Anti Separatisme berdemonstrasi di depan Gedung DPRD DIY. Mereka menuntut pemerintah membubarkan gerakan separatisme, khususnya Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kota Pelajar.

Warga menilai pemerintah tidak tegas pada aksi mengarah separatis sekelompok warga Papua. "Kami lihat OPM demo bawa bendera selain Merah Putih, tidak ditindak oleh aparat. Padahal buat kami NKRI adalah harga mati dan bendera selain Merah Putih haram dibawa," tegas kordinator lapangan Muhammad Suhud di DPRD DIY Selasa (1/12/2015).

Selain itu, warga juga resah dengan ulah oknum Papua yang sering membuat onar dan melanggar aturan. "Meraka sering mabuk-mabukan lalu mengambil barang di minimarket atau warung tanpa membayar. Lalu di jalan sering tidak pakai helm tapi tidak ditangkap aparat," kata pria yang menjabat sebagai Ketua ormas Paksi Katon itu.

Warga menuntut agar pemerintah membentuk peraturan daerah (perda) larangan tindakan separatisme. Sebab warga Yogyakarta tidak ingin kelompok-kelompok separatis menjadikan Yogyakarta sebagai panggung untuk memperjuangkan tujuan mereka. 

"Kalau tidak, kami akan menindak sendiri. Kalau perlu, kami siap pulangkan mereka ke tanah Papua," ancamnya.

Selama berdemo warga yang berasal dari berbagai ormas membawa spanduk bertuliskan Menolak Tegas Adanya Gerakan yang Bersifat Separatis dan Sara. Sesekali mereka berteriak "Bubarkan OPM" sambil mengangkat tangan.

Aspirasi mereka diterima oleh perwakilan DPRD, Chang Wendriyanto. Anggota komisi C dari PDIP ini berjanji akan menyampaikan aspirasi warga kepada pemerintah dan aparat.

"Saya dari pertama kali menjabat sudah menolak adanya gerakan separatisme seperti OPM di Yogyakarta. DPRD kemungkinan akan memanggil Forpimda seperti Polda, Korem, dan pimpinan daerah untuk mencari solusi memberantas gerakan spearatis," tuturnya.

Sementara itu, ratusan aparat kemanan dari Poda dan TNI tampak berjaga-jaga di sekitar asrama mahasiswa Papua di Jalan Kusumanegara Yogyakarta. Aparat menjaga asrama mahasiswa Papua terbesar di DIY itu karena diduga akan melakukan aksi besar-besaran menyerukan Papua Merdeka. Pantauan Metrotvnews.com belum ada tanda-tanda pengerahan massa Papua di Yogyakarta.


(SAN)