KPU Optimistis Pilkada Serentak 9 Desember Siap Digelar

M Rodhi Aulia    •    Selasa, 01 Dec 2015 14:22 WIB
pilkada serentak
KPU Optimistis Pilkada Serentak 9 Desember Siap Digelar
Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay. (Foto: MI/Atet Dwi Pramadia)

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus melakukan persiapan penyelenggaraan Pilkada serentak 9 Desember mendatang. Persiapan nyaris 100 persen rampung di seluruh daerah yang menyelenggarakan Pilkada serentak.

Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay menuturkan per Senin, 30 November 2015, sebanyak 269 daerah sedang melakukan proses produksi semua kebutuhan logistik pilkada. Hampir 100 persen kebutuhan logistik sudah terpenuhi untuk kemudian didistribusikan ke masing-masing daerah.

"Sebanyak 96 persen atau 258 daerah sudah menerima logistik," kata Hadar di Kantor KPU Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (1/12/2015).

Menurut Hadar, daerah yang sudah menerima logistik langsung memilah item spesifik untuk dimasukkan ke dalam kotak suara. Misalnya, surat suara dan foto pasangan calon pilkada yang akan ditempelkan di TPS.

Masih data per Senin kemarin, 254 daerah atau 94 persen sudah selesai melakukan penyortiran item yang dimasukkan ke kotak suara. Kemudian, kotak suara bersegel tersebut didistribusikan kembali ke tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

"Kemarin sudah ada 9 daerah atau 3 persen yang kotak suaranya didistribusikan ke tingkat desa atau kelurahan," tukas dia.

Hadar mengungkapkan, jadwal distribusi hingga ke tingkat desa atau kelurahan, dimulai hari ini dan angka distribusinya diperkirakan terus bertambah. Hadar mengatakan, semua logistik dan persiapan teknisnya diwajibkan selesai sehari sebelum pelaksanaan.

"Dengan gambaran seperti ini, kami masih optimis, kami siap menyelenggarakan Pilkada serentak, 9 Desember kali ini," ujar dia.

Hal yang menjadi kekhawatiran KPU, kata Hadar, lebih dari 50 persen dana Pilkada di daerah belum cair. Ia mencontohkan di Kabupaten Yahukimo, Papua. Akibatnya, penyelenggara pemilu setempat melakukan protes dengan menutup kantor lantaran honornya belum cair.

"Kami sangat berharap (anggaran) ini bisa dipenuhi. Kami akan sangat sulit bekerja atau sama sekali tidak bisa bekerja, kalau dana ini tidak diturunkan," tandas dia.


(MEL)