Mahasiswa Papua Mengaku Diadang Polisi Sebelum Unjuk Rasa

Renatha Swasty    •    Selasa, 01 Dec 2015 15:53 WIB
pengeroyokan pelajar
Mahasiswa Papua Mengaku Diadang Polisi Sebelum Unjuk Rasa
Mahasiswa Papua diamankan di Mapolda Metro Jaya. Foto: MTVN/Renatha Swasty

Metrotvnews.com, Jakarta: Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) mengaku diadang polisi sebelum unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Mereka mengklaim memiliki surat izin menyampaikan pendapat di tempat umum.

Juru Bicara AMP Abby Douw mengatakan, AMP telah mengirim surat izin menyampaikan pendapat ke Polda Metro Jaya melalui fax. "Sudah disetujui," kata Abby di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (1/12/2015).

Namun dalam perjalanan menuju Bundaran HI, polisi menghentikan mahasiswa asal Papua yang belajar di Jawa dan Bali tersebut.

Menurut Wakil Kepala Satuan Patroli Jalan Raya Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Eko Setio B.W, sebanyak 30 mahasiswa Papua yang menumpang dua angkutan kota itu sempat mengisi bahan bakar di Jalan Raya Gading Serpong kav 4/1 Kelurahan Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua.

Saat di tempat pengisian bahan bakar, Intel Kelapa Dua mendatangi ke-30 mahasiswa dan menanyakan tujuan kepergian mereka. Mahasiswa Papua tak terima perjalanan mereka dihentikan. Mereka lantas mengeroyok Kanit Intel Kelapa Dua Iptu Habib dan anggota Intel Brigadir Wiwit di Kelapa Dua, Tangerang.

Usai mengeroyok, ke-30 mahasiswa itu kemudian melanjutkan perjalanan ke Bundaran HI. Mengetahui ada polisi yang dikeroyok, Eko dan anggotanya mengadang perjalanan mahasiswa itu.

"Mereka ditangkap di pintu Tol Senayan," ujar Eko.

Polisi menangkap 22 mahasiswa asal Papua. Mahasiswa Papua lainnya mendatangi Mapolda Metro Jaya meminta polisi melepaskan teman-teman mereka.

Sementara unjuk rasa ratusan mahasiswa asal Papua di Bundaran HI ricuh. Kepolisian menangkap ratusan orang karena diduga unjuk rasa tanpa izin. Selain itu, polisi menemukan senjata tajam dan bendara Bintang Kejora dari mereka.


(TRK)