Yuan Masuk SDR, Permintaan USD Diperkirakan Berkurang

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 01 Dec 2015 15:54 WIB
rupiah menguatekonomi china
Yuan Masuk SDR, Permintaan USD Diperkirakan Berkurang
Menko Perekonomian Darmin Nasution (MI/BARY FATHAHILAH)

Metrotvnews.com, Jakarta: Dana Moneter Internasional (IMF) telah menetapkan mata uang Tiongkok, yuan atau renminbi masuk dalam basket mata uang cadangan atau Special Drawing Rights (SDR) sebagai alat transaksi keuangan yang diakui dunia. Diperkirakan, dampak dari penetapan itu adalah terhadap kinerja perdagangan Indonesia.

Menurut Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, dampak ditetapkannya yuan sebagai mata uang internasional atau sederajat dengan USD, euro, poundsterling, dan Yen tidak serta merta langsung menciptakan dampak jangka pendek bagi Indonesia. Diperkirakan, efeknya akan terasa untuk jangka menengah.

"Dalam jangka menengah tentu saja ada, apalagi karena Tiongkok merupakan partner dagang kita jadi cukup penting. Itu akan memengaruhi perdagangan (Indonesia)," kata Darmin, ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (1/12/2015).

Ia menambahkan, dengan masuknya yuan di SDR maka Indonesia mempunyai banyak pilihan untuk menggunakan mata uang dalam perdagangan internasional dan tidak melulu menggunakan mata uang USD. Artinya, penerapan yuan jadi SDR bisa berdampak terhadap berkurangnya permintaan USD.

"Tapi sebenarnya tergantung apa kita akan meningkatkan perdagangan kita menggunakan yuan atau tetap USD," jelasnya.


(ABD)

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

1 day Ago

Miryam S. Haryani yang menyebut ada pertemuan anggota Komisi III DPR dengan pejabat KPK setingk…

BERITA LAINNYA