Inflasi Rendah, BI Berpeluang Turunkan Suku Bunga Acuan

Husen Miftahudin    •    Selasa, 01 Dec 2015 16:05 WIB
inflasibi rate
Inflasi Rendah, BI Berpeluang Turunkan Suku Bunga Acuan
Gedung BPS (FOTO ANTARA/Andika Wahyu)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada November 2015 ini inflasi komponen inti mencapai sebesar 0,16 persen dan inflasi inti tahun ke tahun sebesar 4,77 persen. Kondisi ini membuat inflasi November 2015 sebesar 0,21 persen dan yang terendah selama lima tahun terakhir.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo mengatakan, kondisi inflasi yang rendah tersebut memberi peluang bagi otoritas moneter melonggarkan kebijakannya. Dalam hal ini, Bank Indonesia (BI) berpeluang menurunkan suku bunga acuan atau BI rate.

"Inflasi yang rendah saya kira membuka ruang (bagi BI untuk menurunkan suku bunga)," ujar Sasmito, ditemui di Gedung BPS, Jalan Dr Sutomo No 6-8, Jakarta Pusat, Selasa (1/12/2015).

Menurut dia, penurunan suku bunga acuan BI akan mampu memberi stimulus bagi pemerintah dan pengusaha untuk mendorong perekonomian nasional. Kondisi inilah yang kini tengah ditunggu-tunggu pemerintah dan pengusaha.

"Sehingga nanti kalau katakanlah harapan pengusaha bahkan pemerintah, BI menurunkan BI rate-nya, maka akan mampu mendorong ekonomi," tutur dia.

Kendati demikian, Sasmito memahami BI memiliki perhitungan tersendiri dalam menetapkan BI rate. Peluang inflasi yang rendah ini bisa saja dimanfaatkan atau tidak oleh BI, tergantung dari kalkulasi.

"Tapi BI pasti mengkakulasi ada tidak dampaknya ke nilai tukar. Karena jangan sampai melemah, masih jadi perhitungan yang menjadi hak BI," pungkas Sasmito.


(ABD)