Review Peripheral

Razer Cerberus Amber, Cocok untuk Gaming Saja

Riandanu Madi Utomo    •    Selasa, 01 Dec 2015 17:05 WIB
review peripheral
Razer Cerberus Amber, Cocok untuk Gaming Saja
Razer Cerberus tampak menyamping

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebagaimana yang telah diketahui, kacamata pada dasarnya merupakan alat bantu bagi mereka yang mengalami gangguan penglihatan, baik itu rabun jauh, rabun dekat, ataupun silindris. Selain membantu penglihatan, beberapa kacamata juga memiliki fungsi untuk melindungi mata dari berbagai bahaya, seperti debu hingga sinar yang terlalu menyilaukan. 

Evolusi fungsi kacamata pun kini berkembang hingga menjadi sebuah kacamata khusus untuk kegiatan bermain game, salah satunya adalah Razer Cerberus. Kacamata gaming tersebut merupakan hasil kolaborasi antara produsen perangkat gaming Razer dan pembuat kacamata gaming GUNNAR. Razer Cerberus yang kami ulas kali ini merupakan varian yang menggunakan lensa jenis Amber, yaitu lensa dengan warna kekuningan.



Dilihat dari bingkainya, kacamata ini memiliki desain yang tergolong sporty dengan balutan kombinasi warna hitam dan hijau. Meskipun tipis, gagang kacamatanya terbuat dari metal sehingga kokoh dan tidak mudah patah. Sedikit berbeda dengan kacamata pada umumnya, Razer Cerberus memiliki bingkai lensa yang cukup besar. Hal tersebut membuat bermain game menjadi lebih nyaman karena seluruh pandangan tertutupi oleh lensa khusus dari GUNNAR.

Berbicara mengenai lensa khusus, Razer Cerberus menggunakan lensa dari GUNNAR yang diklaim mampu memblokir pancaran sinar biru yang merupakan salah satu faktor perusak penglihatan. Saat kami jajal, kacamata ini memang berhasil membuat mata kami tidak gampang lelah meskipun digunakan untuk bermain game hingga lebih dari 10 jam. Bingkainya juga cukup lentur dan tidak membuat kepala kami sakit.



Satu hal yang menjadi kekurangannya adalah kacamata ini hanya cocok untuk digunakan ketika bermain game. Kegiatan lain, terutama kegiatan yang berhubungan dengan desain grafis. Hal tersebut dikarenakan warna biru berubah pudar dan menjadi kehijauan, sehingga dapat mengganggu kinerja editing.

Tidak hanya itu, kacamata ini juga kurang cocok ketika digunakan untuk bermain game yang gameplay-nya sangat sensitif terhadap warna, seperti Dwarf Fortress dan Hotline Miami.


(MMI)