13 Pemda Enggan Cairkan Dana, Pilkada Serentak Terancam Mangkrak

M Rodhi Aulia    •    Selasa, 01 Dec 2015 17:03 WIB
pilkada serentak
13 Pemda Enggan Cairkan Dana, Pilkada Serentak Terancam Mangkrak
Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay. (Foto: Metrotvnews.com/Aulia)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebanyak 13 daerah tidak memiliki dana yang cukup untuk menyelenggarakan Pilkada serentak, 9 Desember mendatang. Dana yang turun ke penyelenggara pemilu setempat, kurang dari 50 persen. Akibatnya, Pilkada di daerah tersebut terancam mangkrak.

"Kami sangat berharap, ini bisa dipenuhi. Karena kami tidak bisa bekerja kalau dananya tidak cukup," kata Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay, di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (1/12/2015).

Menurut Hadar, dana yang diterima selama ini hanya cukup untuk melakukan proses produksi. Sementara kebutuhan pascaproduksi, seperti distribusi dan honor penyelenggara di daerah setempat tidak memiliki dana sama sekali.

"Padahal, kami sangat membutuhkan dana tersebut sekarang ini untuk distribusi ke daerah dan kebutuhan lainnya," ujar Hadar.

Hadar berujar, hari ini, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memanggil kepala daerah yang belum mencairkan dana Pilkada tersebut. Dia berharap pertemuan itu menghasilkan kejelasan sehingga Pilkada tidak jadi mangkrak di tengah jalan.

Pemanggilan itu terhadap 23 kepala daerah, kendati data terakhir menunjukkan sebanyak 13 daerah yang tersisa belum mencairkan dana Pilkada. Hadar menduga hal itu memastikan saja semua daerah tersebut terkait persiapan pencairan.

Berikut 13 daerah tersebut adalah Pematang Siantar (Sumatera Utara), Indragiri Hulu, Rokan Hulu (Riau), Natuna, Bintan (Kepulauan Riau), Tanjung Jabung Barat (Jambi), Way Kanan (Lampung), Musi Waras Utara, Oku Timur (Sumatera Selatan), Pekalongan (Jawa Tengah), Banjar (Jawa Barat), Yahukimo (Papua) dan Kolaka Timur (Sulawesi Tenggara).


(MEL)