Tak Kuat Didera Alergi WiFi, Siswi di Inggris Bunuh Diri

   •    Selasa, 01 Dec 2015 18:44 WIB
kesehatan
Tak Kuat Didera Alergi WiFi, Siswi di Inggris Bunuh Diri
Jenny Fry (Foto:Dailymail)

Metrotvnews.com, London: Alergi biasanya dikaitkan dengan makanan. Tapi, kasus yang menimpa murid berusia 15 tahun, Jenny Fry, berbeda.

Menurut orang tuanya, Jenny mengalami masalah alergi elektro-hipersensitivitas (EHS).

Perlu diketahui, penderita EHS mengalami alergi terhadap radiasi yang dipancarkan oleh gelombang radio aktif seperti ponsel, WiFi, dan microwave.

Gejala yang timbul tidak terlalu spesifik. Umumnya, pengidap EHS mengalami kulit ruam, kesemutan, sensasi terbakar, mudah lelah, pusing, mual, mudah stres, dan gangguan pencernaan.

Orangtua Jenny mengatakan anaknya kerap merasakan kesakitan akibat koneksi internet nirkabel di sekolahnya. Berbeda dengan di rumah, mereka memutus jaringan WiFi sehingga Jenny tidak kesakitan.

"Jenny baik-baik saja saat di rumah. Tapi, ketika berada di sekolah atau tempat tertentu, dia sering kesakitan. Saya yakin itu karena WiFi," ungkap ibu Jenny.

Ibu Jenny sudah pernah meminta kepada kepala sekolah untuk memutus jaringan WiFi. Sayangnya, mereka menganggap bahwa WiFi tersebut aman.

"Anak saya sampai memutuskan bunuh diri. Dia tidak kuat lagi dengan alergi WiFi yang diidapnya. Apalagi ketika pergi ke sekolah, Jenny merasa berada di neraka," imbuhnya.

Pada 11 Juni 2015, Jenny ditemukan tewas gantung diri di hutan dekat rumahnya, daerah Chadlington, Inggris. Sebelum meninggal, siswi ini sempat mengirim pesan singkat kepada temannya bahwa dia sedang menjalani pemeriksaan pendengaran.

"Jenny pindah kursi dan sering menyendiri ketika di sekolah. Aku tidak tahu kalau dia seperti itu hanya karena WiFi di sekolah kami," jelas teman Jenny.

Namun, dokter yang menangani Jenny mengatakan tidak ada catatan medis untuk membuktikan bahwa dia menderita EHS. Kondisi EHS juga belum diakui sebagai masalah medis di kalangan dokter, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sementara itu, beberapa ahli medis terkemuka telah melakukan kampanye untuk menjadikan EHS sebagai problem kesehatan yang butuh penanganan serius.

Kedua orang tua Jenny kini gencar melakukan kampanye tentang bahaya WiFi agar anak yang menderita EHS dapat mengurangi penggunaannya mulai sekarang. (Sumarni/Dailymail)


(ROS)