Rudiantara: ICT Punya Kontribusi Signifikan untuk Perekonomian

Mohammad Mamduh    •    Selasa, 01 Dec 2015 19:09 WIB
kominfo
Rudiantara: ICT Punya Kontribusi Signifikan untuk Perekonomian
foto: Kemenkominfo

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara menyambut baik hasil studi LPEM FEUI dan Masyarakat Telematika (Mastel) tentang kontribusi smartphone dan sektor ICT sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi. 

Hasil kajian LPEM FE UI bersama Mastel menyimpulkan, semua pengguna telepon seluler memberikan kontribusi terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) sebesar 5,5 persen.

"Hasil penelitian ini membuktikan sekaligus mempertegas bahwa sektor ICT memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di suatu negara, tak terkecuali Indonesia,” kata Rudiantara pada Perayaan HUT ke 22 Mastel di Kantor Kementerian Kominfo, Selasa (1/12).

Hasil kajian LPEM FE UI bersama Mastel menyimpulkan, setiap pengguna smartphone mampu memberikan nilai tambah ekonomi sebesar Rp1.728.000. Selanjutnya, kenaikan jumlah pengguna telepon seluler sebesar 1 persen akan meningkatkan PDB sebesar 0,055 persen.

Rudiantara juga mengatakan bahwa dampak industri ICT akan semakin besar seiring dengan berkembangnya pemanfaatan ICT disetiap sektor kehidupan masyarakat, khususnya e-commerce. "Indonesia merupakan negara dengan potensi digital economy terbesar di dunia," ungkapnya. 

Ketua Umum Mastel, Kristiono menjelaskan smartphone merupakan alat produksi yang memungkinkan masyarakat meningkatkan kualitas hidup, memberikan akses lebih mudah untuk informasi dan peluang-peluang bisnis. 

Menilai arti penting smartphone, Kristiono berharap pemerintah dapat mendukung akses kepemilikan smartphone bagi seluruh masyarakat dan tidak melakukan upaya yang menghambat ketersediaan smartphone dengan harga yang terjangkau.

"Mastel berharap semua pihak mendukung terciptanya ekosistem ekonomi digital yang mudah diakses oleh seluruh lapiran masyarakat,” tuturnya.

Selain itu, Kristiono juga menganjurkan pemerintah untuk merancang paket kebijakan industri, investasi dan perdagangan yang komprehensif agar mampu mendorong terbentuknya Indonesia sebagai negara yang berbasis ekonomi digital. (Kemenkominfo)


(MMI)