Kejagung Mulai Selidiki Kasus Setya Novanto

Lukman Diah Sari    •    Selasa, 01 Dec 2015 19:37 WIB
pencatut nama presiden
Kejagung Mulai Selidiki Kasus Setya Novanto
Ketua DPR Setya Novanto. Ant/Hafidz Mubarak.

Metrotvnews.com, Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) bakal mengusut kasus pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden yang diduga dilakukan Ketua DPR Setya Novanto dalam pembicaraan perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia (FI). Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jam Pidsus) Arminsyah menegaskan, penyelidikan yang dilakukan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) berbeda dengan Kejagung.

"MKD itu kan etika, beda dong," ujar Arminsyah kepada Metrotvnews.com, Selasa (1/12/2015).

Mantan Jaksa Agung Muda Intelejen ini mengatakan, pelanggaran etika yang diduga dilakukan Setya Novanto tak menutup adanya dugaan pelanggaran korupsi. "Pelanggaran etika itu tidak menutup adanya dugaan pelanggaran tindak pidana korupsi," jelasnya.

Sebelumnya, Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti terkait kasus yang menjerat politikus Partai Golkar itu. "Kami masih mengumpulkan bukti-bukti, kami merespons apa yang tersebar luas di masyarakat," kata Prasetyo saat dihubungi terpisah.

Sementara itu, Polri masih bertahan dengan pendapat awal. Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan, Polri masih menunggu hasil sidang MKD.

"Silahkan saja (Kejagung selidiki kasus Setya Novanto). Sudah kita sampaikan, nunggu MKD. Kami belum lidik," ucapnya di lingkungan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (1/12/2015).

Kapolri menambahkan, Polri belum mendengar isi rekaman percakapan lengkap antara Setya Novanto, seorang pengusaha yang diduga Reza Chalid, dan pimpinan PT FI Maaroef Sjamsuddin.


(DRI)