Rupiah akan Lanjutkan Penguatan

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 02 Dec 2015 07:46 WIB
kurs rupiah
Rupiah akan Lanjutkan Penguatan
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)

Metrotvnews.com, Jakarta: Mulai adanya sentimen positif membuat rupiah mampu berbalik menguat terhadap dolar AS atau USD. Hal itu dikarenakan melemahnya USD, seiring rilis Chicago PMI di bawah ekspektasi.

"Penguatan rupiah pun diikuti oleh pending home sales dan Dallas Fed manufacturing index yang juga di bawah ekspektasi," kata Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada dalam keterangan risetnya yang ‎diterima Metrotvnews.com, Rabu (2/12/2015).

Selain itu, penguatan mata uang Garuda‎ pun didorong oleh menguatnya gerak dolar Australia (AUD) seiring ekspektasi akan membaiknya ekonomi Australia dengan adanya pelonggaran ekonomi. Tidak hanya itu, ekspektasi akan naiknya Yuan setelah IMF menambahkannya ke dalam mata uang cadangan pun berimbas positif pada rupiah.

"Sentimen dari dalam negeri berupa rilis inflasi yang dinilai rendah pun membantu rupiah menguat. Terpantau, laju EUR, GBP, CNY, CHF, JPY, dan beberapa lainnya kembali mengalami kenaikan. Kenaikan laju rupiah ini pun mampu mengesampingkan ekspektasi kami akan adanya pelemahan," tuturnya.

Sebagaimana sebelumnya diutarakan, gerak rupiah diperkirakan masih kembali melanjutkan pelemahan seiring masih berlanjutnya apresiasi laju USD. Apalagi jelang rilis data-data makroekonomi dalam negeri yang sementara ini masih diperkirakan melemah, sehingga dapat memberikan sentimen negatif pada rupiah.

Dia mengakui, gerak rupiah diharapkan dapat melanjutkan kenaikan, seiring mulai menguatnya sejumlah mata uang terhadap laju USD. Namun demikian, tetap mencermati sentimen yang ada dan mewaspadai jika penguatan tersebut hanya sementara.

"Dalam satu hari ini laju rupiah akan berada di level Rp13.799-Rp13.815 per USD (kurs tengah BI)," tukas Reza.


(AHL)