Marc Marquez Ingin Akhiri Perseteruan dengan Rossi

Achmad Firdaus    •    Rabu, 02 Dec 2015 09:10 WIB
motogpmotogp 2015
Marc Marquez Ingin Akhiri Perseteruan dengan Rossi
Valentino Rossi dan Marc Marquez saat menghadiri konferensi pers jelang MotoGP Malaysia (Foto: AP Photo/Joshua Paul)

Metrotvnews.com, Madrid: Marc Marquez berharap perseteruannya dengan Valentino Rossi segera berakhir. Ia bahkan siap kembali berjabat tangan dengan legenda hidup MotoGP itu.

Keretakan hubungan antara Rossi dan Marquez terjadi pada seri MotoGP Malaysia di mana keduanya terlibat insiden senggolan dan mengakibatkan Marquez. Sejak saat itu, Rossi selalu menuding Marquez terlibat konspirasi dengan Jorge Lorenzo yang akhirnya keluar sebagai juara dunia MotoGP 2014.

"Hubungan saya dengan Valentino sangat baik sampai hari Kamis (sebelum) MotoGP Malaysia. Saya merasa, di sana (Malaysia) dia menciptakan banyak hal yang tidak alami, tidak bagus untuk dunia balap motor," ujar Marquez dalam wawancara dengan CNN.

Sejak seri GP Malaysia, Rossi terus menuding adanya konspirasi yang melibatkan Marquez dan Lorenzo. Bahkan, hingga seri pamungkas di Valencia di mana Rossi kehilangan gelar juara dunia. 
Saat itu, Rossi menuding Marquez sengaja mengalah dari Lorenzo, sehingga membuat perjuangan Rossi yang start dari posisi buncit dan finis di posisi empat menjadi sia-sia.

"Masalahnya adalah, saat itu terlalu banyak orang mulai berbicara soal situasi itu. Ketika kami tiba di Valencia, saya katakan, tolong, kami butuh memenangi balapan, sebab jika tidak.. dia (Rossi) bakal mengeluh. Tapi, pada akhirnya Lorenzo terlalu cepat untuk dikejar," lanjutnya.

Usai balapan di Valencia, Marquez sebenarnya sudah ingin menemui Rossi dan berdamai. Namun, akhirnya hal tersebut urung terjadi. Meski demikian, Marquez menyatakan bahwa dia berharap hubungannya dengan Rossi akan kembali cair begitu kompetisi musim depan dimulai.

"Pada saat itu (di Valencia), dia baru saja kehilangan gelar juara dunia dan dia sangat kecewa. Saya memahami situasi yang dihadapinya, jadi saya tidak ingin terlalu memikirkan apa yang dikatakannya. Tapi, saya berharap 2016 akan jadi musim baru, sebuah hubungan baru, dan kami mencoba untuk melupakan semua yang terjadi," imbuh Marquez.

"Ketika dia memenangi balapn, kami bisa berdiskusi dan kami bisa berbicara (soal perdamaian)," pungkas pembalap 22 tahun yang identik dengan nomor motor 93 itu. (CNN)



(ACF)