Ketua DPRD Klaim tak Dilibatkan soal Bank Banten

Batur Parisi    •    Rabu, 02 Dec 2015 09:36 WIB
ott
Ketua DPRD Klaim tak Dilibatkan soal Bank Banten
Logo KPK.

Metrotvnews.com, Serang: Dua legislator Provinsi Banten ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi karena suap terkait rencana pembentukan Bank Banten. Meski begitu, Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah mengaku institusinya tak dilibatkan dalam proses pembentukan perbankan daerah itu.

"BGD (PT Banten Global Development) selama ini tidak ada melakukan komunikasi bersama kami," katanya kepada wartawan di kediamannya yang berlokasi di perumahan Serang City, Kota Serang, (1/12/2015).

Walau begitu, Asep pernah satu kali diundang Gubernur Banten Rano Karno untuk mendengarkan paparan rencana akusisi Bank Pundi oleh BDG. "Hanya, kami diundang oleh gubernur untuk mendengar kan ekspose hasil dari pada proses akusisi banten ini," tuturnya.

Namun, Asep mengklaim sudah dari awal merasakan kejanggalan dari niat BGD atas pembelian Bank Banten. "Jadi ekspose kemarin pun saya masih belum merasa yakin. Karena harus lebih dulu melakukan second opinion yang akan saya selenggarakan pada tanggal 9 nanti," terangnya.

Belum lagi rencana itu terlaksana, komisi antirasuah telah menangkap dua kolega Asep. Komisi menangkap tangan dua anggota legislatif Banten dan seorang pengusaha swasta pada pukul 12.42 WIB, Selasa, 1 Desember, di sebuah restoran di Serpong, Tangerang. 

Mereka yang ditangkap adalah anggota DPRD Banten berinisial SMH dan TST, serta Direktur PT BGD berinisial RT. Ketiganya ditangkap ketika bertransaksi suap. "Serah terima uang dalam bentuk dolar dan rupiah," kata Pelaksana Tugas Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Johan Budi.

Ketiganya diamankan bersama para sopir ke Gedung KPK di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Tak lama berselang, dua staf dari RT diamankan dari kantornya pada pukul 15.30 WIB. Keduanya juga dibawa ke Gedung KPK.


(SAN)