RI Salah Satu Pemrakarsa Misi Inovasi Pengembangan Energi Bersih

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 02 Dec 2015 09:56 WIB
cop21
RI Salah Satu Pemrakarsa Misi Inovasi Pengembangan Energi Bersih
Ilustrasi -- ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo dan 19 pemimpin negara lain serta sejumlah pimpinan bisnis multinasional mendeklarasikan Misi Inovasi Pengembangan Energi Bersih Dunia.

Deklarasi Misi Inovasi Pengembangan Energi Bersih Dunia ini adalah misi global yang dibuat untuk memastikan terjadinya transformasi dan proses diseminasi yang dapat mengubah dunia agar lebih lestari dan berkelanjutan, dengan pelibatan sektor swasta dan publik.

"Indonesia telah melakukan berbagai langkah dalam menurunkan emisi. Di bidang energi, Indonesia melakukan pengalihan subsidi BBM ke sektor produktif dan supaya mencapai sekurang-kurangnya 23 persen kontribusi energi terbarukan dari total bauran energi nasional pada 2025, atau tiga kali lebih besar dari proporsi energi terbarukan Indonesia saat ini," jelas pria yang kerap disapa Jokowi itu, pada sidang pleno forum pemimpin (Conference of Parties/COP) ke-21 di Paris, Prancis, seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (2/12/2015).

Kesepakatan ini diharapkan dapat mempercepat penyebarluasan inovasi energi bersih sebagai upaya penting penanganan perubahan iklim. Adapun percepatan dilakukan melalui berbagai inisiatif penyiapan energi bersih yang terjangkau, dapat diandalkan, dan dapat dinikmati oleh semua orang, sehingga meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menjamin ketahanan energi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyatakan Indonesia adalah salah satu pemrakarsa Misi Inovasi. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah mempercepat pengembangan energi bersih dan terbarukan. Indonesia juga sedang mengembangkan sebuah pusat unggulan energi bersih untuk mendukung implementasi dari program-program energi bersih.

"Pusat unggulan yang direncanakan akan mulai beroperasi pada 2016 ini akan berkontribusi pada pengembangan energi bersih di tingkat regional maupun global, melalui aktivitas pengonsolidasian pengetahuan, melakukan kegiatan penelitian, memfasilitasi investasi, dan mendukung pengembangan teknologi," ungkap Sudirman.


(AHL)