Sigit Mundur, JK: Jika Berani Rencanakan, Target Pajak Harus Tercapai

Husen Miftahudin    •    Rabu, 02 Dec 2015 11:33 WIB
pajak
Sigit Mundur, JK: Jika Berani Rencanakan, Target Pajak Harus Tercapai
Wapres Jusuf Kalla. (MI/IMMANUEL ANTONIUS)

Metrotvnews.com, Jakarta: Keputusan Sigit Priadi Pramudito meninggalkan jabatan Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) disayangkan beberapa pihak. Meskipun begitu, langkah Sigit dinilai tepat karena target pajak yang begitu tinggi akan sulit digapai di saat pemerintah tengah menggenjot investasi.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menghargai keputusan pria kelahiran Purwokerto 56 tahun silam ini mengundurkan diri. Menurut dia, ketidakmampuan Sigit mencapai target pajak yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp1.244,7 triliun itu lebih disebabkan oleh melemahnya perekonomian global dan nasional.

"Kita menghargai walaupun tidak tercapai. Tapi tidak hanya karena masalah ketidakmampuan, tapi karena masalah ekonomi di dunia ini dan juga Indonesia. Tapi yang penting saya menghargai kejujuran dan tentu sportivitas dari Dirjen Pajak," ujar JK, dalam Rakernas Real Estat Indonesia (REI) XVI, di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (2/12/2015).

Pelambatan ekonomi global membuat pendapatan dalam negeri terseok-seok. Menurut dia, jika perekonomian saat ini seperti kondisi dua sampai tiga tahun lalu, maka diyakini target pajak yang ditetapkan pemerintah akan tercapai.

"Ya bukan ketinggian, tapi ekonominya yang menurun dan melambat. Kalau ekonomi kita sama dengan dua hingga tiga tahun lalu, pasti tercapai. Tapi kan ekonomi kita melambat," tutur JK.

Namun begitu, tegas dia, Sigit harus berani mempertanggungjawabkan rencana target pajak yang telah ia tetapkan. Jika direncanakan, maka target tersebut haruslah tercapai.

"Kinerja pajak dapat dilihat dari indikator yang ada, bahwa rencana begini ya begini. Pada saat mau diangkat, kan Dirjen Pajak yang memberikan rencana itu. Tapi sekali lagi saya menghargai kejujurannya dan tekadnya," pungkas JK.


(AHL)