Telusuri Kartel, KPPU akan Sidak Gudang Beras

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 02 Dec 2015 13:49 WIB
stok beras
Telusuri Kartel, KPPU akan Sidak Gudang Beras
Jumpa pers KPPU di Yogyakarta, Rabu (2/12/2015). (Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menduga ada kartel dalam distribusi beras. Karena itu, Komisi akan melakukan inspeksi mendadak. Rencana itu diumumkan Komisi saat jumpa wartawan di Yogyakarta pada Rabu 2 Desember. 

Rencana sidak itu didasarkan laporan berkurangnya pasokan beras di Pasar Induk Beras Cipinang. Komisi menyebut telah mendapat laporan tentang terjadinya kekurangan stok beras IR-64 dalam dua minggu terakhir. Dari yang semestinya pasokan normal 1.000 ton per hari menjadi hanya 300-400 per hari.

"Kami menduga kenapa terjadi kekurangan stok beras. Apakah ada kartel, atau ada distribusi yang terputus," kata Ketua KPPU, Syarkawi Ra'uf dalam konferensi pers di Hotel Melia Purosani, Yogyakarta, Rabu (2/12/2015).

Syarkawi mengungkapkan akan mendalami indikasi tersebut dengan menggelar sidak di sejumlah gudang beras. Termasuk, hari ini akan sidak di Klaten, Jawa Tengah. Selain Klaten, sidak juga dilakukan di gudang beras di sejumlah kota besar, seperti Surabaya, Medan, dan Makassar. 

"Jangan sampai ada dugaan yang mengarah pelaku usaha, pedagang pemilik gudang atau distributor," ujarnya.

Syarkawi mengaku masih mempertanyakan apakah ada pelaku pedagang besar yang menghalangi perputaran beras. Jika tidak, lanjutnya, ia menduga ada pedagang yang menolak pasokan beras.

"Kami akan fokus pada bagian penggilingan besar dan pedagang di provinsi. Jangan-jangan ada indikasi penahan pasokan ke pasar sehingga membuat harga naik," ujarnya.

Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Hasil Sembiring menambahkan, dalam hitungannya, terjadi surplus hasil pertanian dibanding tahun lalu. Pada medio Januari-April, terjadi surplus 1,3 juta ton beras. Sementara, pada Mei-September surplus 2,9 juta ton. "Pada Oktober-Desember dipresiksi surplus 306 ribu ton," kata dia.


(SAN)