Sudirman Said Yakin Suara di Rekaman Setya Novanto

Githa Farahdina    •    Rabu, 02 Dec 2015 15:13 WIB
pencatut nama presiden
Sudirman Said Yakin Suara di Rekaman Setya Novanto
Sudirman Said di sidang MKD, Komplek Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu 2 Desember 2015. Foto: MI/Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Sudirman Said sempat membandingkan suara yang berbicara dengan Maroef Sjamsuddin dengan suara Setya Novanto di televisi dan berbagai forum. Setelah itu, ia yakin orang yang bicara dengan Maroef adalah Setya Novanto.

Menteri ESDM Sudirman Said mendapat rekaman pembicaraan itu dari Direktur PT Freeport Indoensia Maroef Sjamsuddin. Dalam rekaman itu, Novanto diduga meminta saham ke PT FI dengan mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Sudirman tidak menanyakan ke Maroef siapa yang merekam pembicaraan itu. Setelah menerima rekaman itu, Sudirman mendengarkan bersama seorang Staf Khusus Nezar Suhendra.

Sudirman beberapa kali berdiskusi dengan Maroef untuk memastikan informasi tersebut valid. Pokok-pokok pembicaraan Novanto dan Maroef benar-benar tertangkap sebagaimana mestinya. "Mungkin lebih dari tiga kali kami berdiskusi," kata Sudirman saat sidang di MKD, Komplek Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (2/12/2015).

Setelah mendengar cerita dari Maroef, Sudirman yakin memang ada pertemuan Novanto dengan Maroef untuk membicarakan kelanjutan kontrak karya PT Freeport di Indonesia. "Saya menyamakan suara Setya Novanto dengan di televisi dan forum lainnya. Saya yakin itu suara beliau dan Pak Maroef," ujar Sudirman.

Dalam rekaman itu, juga ada suara pengusaha M. Riza Chalid. Sudirman mengaku tidak pernah bertemu Riza, karena itu ia tidak bisa memastikan suara itu salah satunya dari mulut Riza. Namun, Maroef meyakinkan Sudirman bahwa ada Riza dalam pertemuan itu.

Sudirman lantas melaporkan pertemuan Novanto dengan Maroef ke MKD pada 16 November. Ia tidak melapor ke penegak hukum karena berkeyakinan bila laporan di MKD menjadi isu publik, penegak hukum akan menangani masalah ini.

"Saya baca di media, Kejaksaan mulai inisiatif (menyelidiki dugaan pelanggaran hukum oleh Novanto)," ujar Sudirman.


(TRK)