Pemda Jadi Kunci Utama Implementasikan UU Bangunan Gedung

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 02 Dec 2015 15:34 WIB
bangunan
Pemda Jadi Kunci Utama Implementasikan UU Bangunan Gedung
Gedung Kementerian PUPR (Dok: Kementerian PUPR)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Pekerjaan Rakyat (PUPR) bekerja sama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) menyelenggarakan seminar bertajuk 'Perilaku Tropis dalam Pengembangan Kawasan Urban dan Praktik Arsitektur Kontemporer'. Tujuan dari seminar ini sebagai penentu arah dalam rangka pelaksanaan Undang-Undang (UU) Bangunan Gedung. 

"Kementerian PUPR menyadari bahwa UU Bangunan Gedung ini harus melibatkan banyak pemangku kepentingan agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan efektif," jelas Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Andreas Suhono, dalam siaran persnya, di Jakarta, Rabu (2/12/2015).

Dia menekankan, pemerintah daerah (pemda) merupakan salah satu pemangku kepentingan yang menjadi kunci kesuksesan implementasi UU Bangunan Gedung. Sejumlah pemda diketahui sudah memiliki peraturan daerah terkait bangunan gedung. Salah satunya adalah Kota Malang.

Kasubdit Perencanaan Teknis Direktorat Bina Penataan Bangunan, Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR ‎Diana Kusumastuti menekankan, UU Bangunan Gedung harus diturunkan dalam perda untuk implementasinya. Hingga 2015, Kementerian PUPR sudah memfasilitasi 329 kabupaten/kota untuk menyusun bangunan gedung. 

"Pada 2019, semua kabupaten/kota harus punya Perda Bangunan Gedung. Kalau tidak punya, APBD tidak dapat turun ke daerah," jelasnya.

Kementerian PUPR terus mendorong implementasi UU Bangunan Gedung. Dalam kaitan tersebut, Kementerian PU-PR juga berharap bisa mendorong bangunan dengan konsep Green. Sejumlah gedung perkantoran sudah menerapkan konsep Green. Ke depan, diharapkan konsep Green tidak hanya diterapkan di perkantoran tetapi juga rumah. 

"Untuk pembinaan bangunan gedung Green, diharapkan ada koordinasi integrasi secara nasional. Kita harus bersama-sama melakukan ini, pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat," pungkas Diana.


(ABD)