IPA Sebut Perusahaan Migas Mulai Rumahkan Karyawan

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 02 Dec 2015 16:20 WIB
ipa 2015
IPA Sebut Perusahaan Migas Mulai Rumahkan Karyawan
Ilustrasi kilang minyak -- REUTERS/Axel Schmidt

Metrotvnews.com, Jakarta: Harga minyak dunia di tahun lalu masih menginjak level USD100 per barel. Namun, sekarang ini harga minyak dunia terus berada di tren penurunan dan akhirnya berada di level USD44 per barel. Hal ini bisa memicu adanya kemungkinan perusahaan minyak memberhentikan sejumlah karyawannya.

Direktur Indonesia Petroleum Association (IPA) Sammy Hamzah menjelaskan, akibat adanya penurunan harga minyak dunia sekarang ini memang membuat sejumlah perusahaan minyak dan gas (migas) yang merumahkan para karyawannya.

"Tapi saya tidak pungkiri akan ada pelepasan karyawan dalam waktu ke depan. Bahkan, sudah terjadi sekarang (merumahkan karyawanya)," kata Sammy, di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (2/12/2015).

Sammy menerangkan, perusahan migas mulai memberhentikan para karyawannya diberbagai posisi bidang, yang salah satunya di bidang eksplorasi. Hal ini terjadi karena memang kegiatan eksplorasi memakan biaya yang cukup tinggi yakni mulai dari pengeboran sampai dengan distribusi.

Kemudian, beberapa perusahaan juga lebih memaksimalkan karyawannya untuk mengerjakan suatu pekerjaan. "Bidangnya itu pertama eksplorasi, kedua sifatnya supportif, misal yang dilakukan dua orang dilakukan satu orang," ujar dia.

Tapi, Sammy meyakini, dari segi operasional dan produksi tidak ada perusahaan migas baik nasional maupun internasional yang memberhentikan produksi. Mereka akan terus melakukan kegiatan produksinya.

"Tapi saya yakin bahwa garis segi operasional dan produksi tidak ada perusahaan migas stop produksi. Pertimbangannya tidak sama dengan stop produksi sepatu. Kalau stop bisa besok nyalain lagi," pungkas dia.


(ABD)