Polda: Tak Ada Intervensi Tangani Kasus Lamborghini

Muhammad Khoirur Rosyid    •    Rabu, 02 Dec 2015 17:32 WIB
kecelakaan
Polda: Tak Ada Intervensi Tangani Kasus Lamborghini
Polisi mendatangi Wiyang, tersangka Lamborghini maut, yang menjalani perawatan di RS Bhayangkara, dok

Metrotvnews.com, Surabaya: Polda Jawa Timur menegaskan penanganan kasus Lamborghini tabrak pedagang STMJ di Surabaya berlangsung netral. Tak ada intervensi dari pihak manapun, apalagi suap.

"Tak ada intervensi, tak ada suap, dari keluarga atau pihak manapun," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Polisi Argo Yuwono, di Mapolda Jatim, Rabu (2/12/2015).

Argo pun membantah polisi melepaskan pengemudi Lamborghini, Wiyang Lautner. Memang, kata Argo, polisi tak menahan pengemudi mobil mewah bernomor polisi B 2588 WM itu. Sebab, Wiyang harus menjalani perawatan medis.

"Setelah kecelakaan sempat ditahan. Lalu, tersangka merasa sakit kepala dan polisi membawanya ke RS Bhayangkara," kata Argo.

Polisi merujuk tersangka Wiyang ke RS Mitra Keluarga untuk melakukan CT scan. Sebab, RS Bhayangkara tak memiliki fasilitas itu.

"Sekarang, tersangka sudah di RS Bhayangkara lagi," ungkap Argo.

Bila kondisinya membaik, Argo menegaskan Wiyang harus menjalani proses hukum. Penyidik juga akan menahannya sebagai bagian dari proses hukum.

Wiyang Lautner, 24, menjadi tersangka setelah mobil yang ia kendarai menabrak gerobak pedagang STMJ di Jalan Manyar Kertoarjo, Surabaya, pada pukul 06.00 WIB, Minggu 29 November 2015. 

Kecelakaan itu menewaskan seorang warga. Sementara dua warga lainnya mengalami luka.


(RRN)