Serangan Teror Tak Berpengaruh Terhadap WNI di Paris

Krisiandi    •    Rabu, 02 Dec 2015 18:33 WIB
prancis diserang
Serangan Teror Tak Berpengaruh Terhadap WNI di Paris
Duta Besar Indonesia untuk Prancis, Hotmangaradja Pandjaitan dalam KTT Perubahan Iklim COP21 di Le Bourget, wilayah pinggiran Paris, Prancis, Rabu (2/12/2015). (Foto: MTVN/Krisiandi)

Metrotvnews.com, Paris: Paris diteror pada pertengahan November. Ada kekhawatiran warga negara Indonesia di Ibu Kota Prancis itu mengalami perlakuan rasial setelah peristiwa mengerikan yang menewaskan lebih dari 130 orang tersebut.

Namun, kata Duta Besar Indonesia untuk Prancis, Hotmangaradja Pandjaitan, itu tak terjadi. Belum ada laporan terkait perlakuan tak menyenangkan terhadap WNI.

"Tak masalah, kehidupan WNI, termasuk yang Muslim, tidak ada gangguan. Belum ada laporan ke KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia)," kata Hotmangaradja kepada Metrotvnews.com, di tempat penyelenggaraan konferensi lingkungan hidup atau Conference of Parties (COP21) di Le Bourget, Paris, Prancis, Rabu (2/12/2015).

Hotmangaradja menuturkan masyarakat Paris sudah terbiasa hidup dengan perbedaan, termasuk agama. "Justru mereka ingin menunjukkan bahwa mereka tidak akan membedakan apapun," ujar dia.

Di sisi lain, Muslim Indonesia yang tinggal di Paris merespons insiden teror dengan berupaya menjelaskan bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan damai. Menurut pensiunan tentara AD berpangkat Letnan Jenderal itu, teror adalah persoalan pemikiran.

"Dan Muslim di sini juga ingin menunjukkan bahwa mereka adalah bukan orang yang seperti itu," tutur Hotmangaradja.

Dia menjelaskan Paris saat ini masih memberlakukan situasi darurat. Maka, tak aneh jika polisi dan tentara berkeliaran di jalan-jalan kota Paris.

"Dan mereka bisa melakukan hal-hal di luar aturan. Misalnya menggerebek rumah orang atau menangkap orang secara tiba-tiba. Kalau bukan situasi darurat tidak bisa seperti itu," ucap dia.

Jumat 13 November, sekelompok orang diduga teroris menyerang Paris di enam titik. Bom meledak dan serangan tembakan menewaskan lebih dari 130 orang. Sejauh ini, kelompok radikal Islamic State (ISIS) mengklaim sebagai pihak yang bertanggung jawab.


(WIL)