Bos BEI: IPO Jalan Terbaik untuk Divestasi Freeport

   •    Rabu, 02 Dec 2015 20:38 WIB
freeport
Bos BEI: IPO Jalan Terbaik untuk Divestasi Freeport
Illustrasi. MI/PANCA SYURKANI

Metrotvnews.com, Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai skema divestasi saham PT Freeport Indonesia melalui pasar modal dengan makanisme penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) merupakan jalan terbaik sebagai sarana pemerataan pendapatan.

"IPO adalah jalan terbaik agar pemerataan pendapatan melalui kepemilikan saham bisa dilakukan, saya mengusulkan agar rakyat Indonesia, terutama Papua bisa menikmati secara khusus, kalau Pemda ingin masuk lebih dulu silakan," ujar Direktur Utama BEI Tito Sulistio, sebagaimana dikutip dari Antara, Rabu (2/12/2015). 

Menurut dia, pembatasan pembelian saham PT Freeport Indonesia oleh investor domestik dimungkinkan terjadi. Freeport Indonesia bisa mengajukan persyaratan khusus kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI jika ada
kekhawatiran pelepasan saham nantinya akan didominasi oleh asing.

Melalui IPO, lanjut Tito, saham-saham yang telah dibeli itu nantinya akan memberikan dividen kepada para pembelinya. Oleh karena itu, penjualan saham melalui pasar modal dapat dianggap sebagai sarana pemerataan pendapatan.

"Ada pertanyaan, mungkinkah pembelian sahamnya dibatasi hanya untuk orang Indonesia? Saya bilang mungkin, itu kesepakatan jual-beli dan minta izin ke OJK, secara perdagangan BEI bisa memproteksi pembelinya hanya orang Indonesia," katanya.

Tito Sulistio mengusulkan saham Freeprot Indonesia nantinya dimiliki oleh Pemda Papua, asuransi rakyat Papua, Dana Pensiun, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, Taspen, Asabri, dan lembaga lainnya yang dapat
mensejahterakan rakyat Indonesia.

Ia mengemukakan, saat ini kepemilikan saham PT Freeport Indonesia diantaranya PT Indocopper Investama sekitar 9,5 persen, pemerintah 9,35 persen, dan sisanya dimiliki langsung oleh induk usaha yakni Freeport-McMoran Copper & Gold Inc.


(SAW)