Loloskan Dana Optimalisasi, Anggota DPR Charles Jones Terima Rp9,7 Miliar

Renatha Swasty    •    Rabu, 02 Dec 2015 20:44 WIB
kasus korupsi
Loloskan Dana Optimalisasi, Anggota DPR Charles Jones Terima Rp9,7 Miliar
Anggota Komis IX DPR RI Charles Jones Mesang. (Foto: mpr.go.id)

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Komis IX DPR RI Charles Jones Mesang disebut menerima duit sejumlah Rp9,750 miliar dari mantan Direktur Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi (Dirjen P2KTrans) pada Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) Jamaluddien Malik. Duit diberikan sebagai wujud realisasi komitmen sebesar 6,5 persen dari dana optimalisasi yang akan diterima oleh Ditjen P2KTrans.

Hal ini terungkap dalam dakwaan Jamal yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum pada KPK di Pengadilan Tipikor Jakarta. Jaksa Abdul Basir membeberkan, pada 21 Oktober 2013 Jamal bersama dengan mantan Menakertrans Muhaimin Iskandar, Sesditjen P2KTrans Achmad Said Sudari dan beberapa pejabat Kemenakertrans mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI.

Salah satu agenda rapat adalah pembahasan mengenai usulan Kemenakertrans menambah anggaran Rp610 miliar untuk Optimalisasi Tugas Pembantuan TA 2014. Dalam kesempatan itu, Jamal kata Jaksa Basri memperkenalkan Achmad Said pada Charles, politisi Partai Golkar.

"Dan memerintahkan Achmad Said untuk berkoordinasi dengan Charles agar usulan tambahan anggaran Optimalisasi Tugas Pembantuan yang diajukan oleh Kemenakertrans dapat disetujui oleh DPR RI," ujar Jaksa Basir saat membacakan dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (2/12/2015).

Usai perkenalan itu, pada November 2013, Jamal kembali memerintahkan Achmad Said supaya menemui Charles. Jamal meminta anak buahnya untuk memastikan pada Chalres supaya tambahan anggaran untuk optimalisasi tugas pembantuan khusus untuk Ditjen P2KTrans sejumlah Rp175 miliar dapat disetujui.

"Dalam pertemuan, Charles meminta uang sejumlah 6,5 persen dari jumlah dana optimalisasi yang akan diterima oleh Ditjen P2KTrans. Permintaan Charles kemudian dilaporkan oleh Achmad Said pada terdakwa," beber Jaksa Basir.

Atas permintaan itu, Jamal kemudian memerintahkan Achmad Suri supaya memberitahu sejumlah Kepala Daerah atau Kepala Dinas Transmigrasi calon penerima dana optimalisasi. Calon penerima dana diinformasikan akan menerima dana Tugas Pembantuan dengan syarat menyerahkan 9 persen dari dana Tugas Pembantuan yang akan diterima tiap provinsi atau kabupaten/kota.

Adapun, daerah yang mendapatkan dana Tugas Pembantuan TA 2014 telah ditunjuk oleh terdakwa dan bersedia memberikan sejumlah uang pada terdakwa sebesar 9 persen dari dana optimalisasi yang akan diterima.

Pada 4 November 2014, Jaksa Basir mengatakan Jamal menerima nota dinas dari Sekretaris Jenderal Kemenakertrans perihal penyusunan RKA-KL Alokasi Anggaran Tahun 2014 di mana mendapat dana Tugas Pembantuan daerah sejumlah Rp175 juta. Belakangan, nota dinas berubah dan dana yang diterima Rp150 juta.

Usai mengetahui besaran dana Tugas Pembantuan tersebut, Jamal beber Jaksa Basir kembali mengumpulkan Kepala Daerah dan Kepala Dinas yang bakal menerima dana itu. Adapun sejumlah daerah yang bakal menerima adalah Poso, Kota Tidore Kepulauan, Kabupaten Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Banyuasin, Sumba Timur, Aceh Timur, Bellu, Rote Ndao, Toraja Utara, Konawe, Sumatera Selatan, Sigi, Mamuju, Takalar, Tojo Una Una, Kayong Utara dan Teluk Wondama.

Dalam pertemuan itu, terdakwa menegaskan kembali supaya daerah yang menerima dana Tugas Pembantuan harus menyerahkan sebesar 9 persen dari dana yang nantinya akan diterima.

"Menindaklanjuti permintaan terdakwa para Kepala Dinas yang membidangi transmgrasi atau calon rekanan yang akan dimenangkan dalam pengadaan barang/jasa yang akan dibiayai dari dana Tugas Pembantuan TA 2014 menyetor dana pada terdakwa yang seluruhnya berjumlah Rp14,650 miliar," ungkap Jaksa Basir.

Setelah menerima uang komitmen tersebut, Jamal kemudian memberikan dana itu pada Charles sejumlah Rp9,750 miliar sesuai komitmen awal. Dana diberikan melalui Achmad Said dalam bentuk dollar Amerika.

"Uang diberikan secara bertahap kepada Charles melalui Achmad Said pada bulan November sampai bulan Desember 2013 sejumlah Rp9,750 miliar sebagai wujud realisasi komitmen sebesar 6,5 persen," ujar Jaksa Basir.

Setelah menerima duit itu, Charles kemudian memberikan duit sejumlah USD20.000 untuk Achmad Said. Sisa uang komitmen kemudian diberikan kembali pada Achmad Said sejumlah Rp200 juta, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Setditjen Kemenakertrans Syafruddin Rp150 juta dan Dadong Irbarelawan Rp105 Juta.

Akibat perbuatannya, Jamal didakwa melanggar Pasal 12 huruf a UU nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.


(MEL)

Miryam Akui Mengarang Isi BAP Perkara KTP-el

Miryam Akui Mengarang Isi BAP Perkara KTP-el

11 hours Ago

Politikus Hanura Miryam S Haryani mengaku mencabut seluruh isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) d…

BERITA LAINNYA