Sudirman Said Siap Kembali Dipanggil MKD

Githa Farahdina    •    Rabu, 02 Dec 2015 23:28 WIB
pencatut nama presiden
Sudirman Said Siap Kembali Dipanggil MKD
Menteri ESDM Sudirman Said. (Foto: MI/Susanto)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri ESDM Sudirman Said selesai memberi keterangan di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Rabu 2 Desember malam. Sudirman merasa sudah menyampaikan semua yang ia ketahui dalam kasus pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla oleh Ketua DPR Setya Novanto terkait perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia.

Sudirman yang besok sudah berangkat ke luar negeri ini mengaku bersedia memberi keterangan lanjutan jika dibutuhkan.

"Apabila di kemudian hari memerlukan keterangan tambahan, saya bersedia datang kembali sesuai panggilan MKD," kata Sudirman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/12/2015).

Sudirman bersyukur sidang yang digelar sejak pukul 13.00 WIB hingga sekitar pukul 21.00 WIB berjalan terbuka. Mantan Direktur PT Pindad ini menilai masyarakat bisa menilai melalui proses persidangan hari ini.

Ada satu bagian di mana Sudirman merasa dirinya dituduh dan didudukkan sebagai terdakwa. Hal itu ia sampaikan di akhir sidang.

"Orang yang mengadu harusnya dilindungi, dimuliakan, bukan seperti orang bersalah," kata Sudirman saat memberi closing statement di ruang sidang.

Wakil Ketua MKD Junimart Girsang pun menangkap hal yang sama. Ia mengingatkan rekannya sesama anggota MKD tak menghakimi Sudirman layaknya terdakwa.

Junimart berbicara seperti itu karena setelah mendengarkan bukti rekaman lebih dari satu jam itu, beberapa anggota justru mengomentari dan menyudutkan Sudirman dengan pertanyaan dan klarifikasi hasil transkripsi. Salah satu yang dipertanyakan adalah permintaan saham.

Sarifudin Sudding menilai tak ada pembicaraan memgenai saham dalam rekaman dan transkripsi. Ridwan Bae juga menangkap hal yang sama.

Namun, Akbar Faizal melihat dengan cara pandang lain. Pada halaman tiga traksripsi, menurut Akbar, sudah dibicarakan masalah saham. Di halaman enam pun kembali disebut-sebut soal saham. Secara analisis wacana, bisa dikatakan pembahasan saham sudah dilakukan.


(MEL)