Alasan Luhut Belum Laporkan Setya Novanto ke Penegak Hukum

Achmad Zulfikar Fazli    •    Kamis, 03 Dec 2015 01:15 WIB
pencatut nama presiden
Alasan Luhut Belum Laporkan Setya Novanto ke Penegak Hukum
Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan. (Foto: Metrotvnews.com/Achmad Zulfikar)

Metrotvnews.com, Jakarta: Nama Menteri Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan 66 kali disebutkan dalam transkrip pembicaraan yang diduga dilakukan Ketua DPR Setya Novanto, pengusaha minyak Riza Chalid dan petinggi PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsuddin. Namun, hingga saat ini belum ada langkah hukum yang dilakukan Luhut atas pencatutan namanya tersebut.

Luhut mengungkapkan alasannya belum melaporkan Setya Novanto atas pencatutan namanya tersebut, karena ingin membiarkan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR bekerja mengusut kasus ini secara tuntas.

"Saya belum dipanggil, saya belum dengar jadi jangan buru-buru biarkan saja (MKD bekerja). Mau nama saya disebut seratus kali, dua ratus kali kalau saya enggak ada urusan di situ," kata Luhut di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (2/12/2015).

Luhut mengaku namanya memang sering kali dicatut oleh sejumlah orang tak dikenal. Bahkan, baru-baru ini nama dia dicatut oleh orang yang mengaku sebagai adiknya di kantor Kemenko Polhukam beberapa waktu lalu.

"Nama saya itu sering dicatut loh. Kemaren itu ada yang ngaku adik saya. Adik saya dari mana? Mungkin dari Nabi Nuh kali. Katanya minta gini, namanya ini, lah adik saya namanya cuman si ini, ini, ini, enggak ada (nama itu)," tukas dia.

Namun, mantan Kepala Staf Kepresidenan ini enggan mempermasalahkan pencatutan namanya tersebut. Lantaran, tidak ingin mencari popularitas hanya karena melaporkan kasus pencatutan namanya.

"Kalau saya mau tanggapin semua, yang nyatut nama saya itu ada empat. Empat itu wah beken juga saya," pungkas dia.



(MEL)