MKD Dinilai Gagal Gelar Sidang Pelanggaran Etik Setya Novanto

Damar Iradat    •    Kamis, 03 Dec 2015 09:27 WIB
pencatut nama presiden
MKD Dinilai Gagal Gelar Sidang Pelanggaran Etik Setya Novanto
Sudirman Said sesaat sebelum sidang etik di MKD dimulai.

Metrotvnews.com, Jakarta: Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dinilai gagal menjalankan fungsinya untuk mengadakan peradilan etik atas pelanggaran etika yang diduga dilakukan Ketua DPR Setya Novanto.

Pengamat politik, Ansy Lema mengungkapkan, kepantasan MKD dalam sidang tersebut dapat dinilai dari tiga hal. Pertama, penilaian dari sisi kapasitas. 

Anggota MKD dianggap tidak bisa membedakan peradilan etik, dengan sidang-sidang komisi, atau Rapat Dengar Pendapat dengan mitra mereka. Mereka juga dianggap miskin kompetensi untuk menggali informasi dari pengadu, yakni Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said. 

"Dari kapasitas amburadul," kata Ansy dalam dialog Bincang Pagi Metro TV, Kamis (3/12/2015).

Kedua, dari sisi penegakan etik juga perlu dilihat dari netralitas. Dalam sidang kemarin, terlihat jelas, beberapa anggota MKD dari Fraksi Golkar mati-matian membela Setya Novanto.

"Di sini saya lihat ada dua kelompok besar. Satu yang memang datang untuk menegakan kehormatan dewan, dan ada yang datang untuk menyelamatkan pihak-pihak tertentu. Saya kira indikasi itu sudah bisa diendus jauh-jauh hari sebelum sidang," ungkapnya.

Poin ketiga, dilihat dari integritas. Integritas anggota MKD pun dipertanyakan dalam sidang kemarin. Pasalnya, anggota dianggap menutup mata terkait kasus pencatutan nama beberapa pihak yang sudah terang benderang di masyarakat. 

"Bagaimana bisa, ini sudah terang benderang, sudah dibuka ke hadapan publik, masyarakat sudah menilai, tapi orang masih bisa membutakan nalar dan nuraninya, dengan mengatakan ini tidak ada problem?," tukas Arsy. 

Mendengar hal tersebut, Anggota MKD, Adjie Bakrie, dari fraksi PAN bela diri. Menurutnya, sidang perdana kemarin terlalu dini untuk dijadikan penilaian. 

"Niat dari teman-teman MKD itu harus dihargai, bagaimana kita meminta untuk dibuka rekaman sampai voting, dari 17 orang itu, 80 persen meminta sidang terbuka, untuk mendengar (penjelasan) Sudirman Said juga sudah dilakukan. Saya kira terlalu dini menilai anggota dewan seperti itu," tegas Adjie.


(MEL)

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

1 day Ago

Miryam S. Haryani yang menyebut ada pertemuan anggota Komisi III DPR dengan pejabat KPK setingk…

BERITA LAINNYA