Elanto 'Pengadang Moge' Desak Polisi Tindak Konvoi Parpol

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 03 Dec 2015 10:04 WIB
konvoi
Elanto 'Pengadang Moge' Desak Polisi Tindak Konvoi Parpol
Petisi yang dibuat Elanto Wijoyono. (repro Change)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Elanto Wijoyono, warga Sleman, Yogyakarta yang pernah mengadang konvoi moge, mendesak aparat menindak tegas kampanye pilkada dengan konvoi yang berakhir rusuh. Masih segar dalam ingatan, menjelang akhir bulan November kemarin, dua kampanye pilkada di berbuntut rusuh dan sejumlah simpatisan membawa senjata tajam. 

Desakan itu Elanto wujudkan dalam sebuah petisi dalam situs Change.org dengan judul 'Hentikan Konvoi dan Kekarasan Massa Parpol di Yogyakarta'. Petisi buatan Elanto yang ditujukan untuk Polda Yogyakarta dan Badan Pengawas Pemilu Daerah Istimewa Yogyakarta, berisi lima tuntutan.

Tuntutan pertama, Elanto meminta aparat penegak hukum menghentikan aksi konvoi massa parpol dan tindak kekerasan. Kedua, Elanto menuntut polisi berani tegas menindak pelanggaran hukum. "Serta menjamin penuntasan kasus melalui proses hukum yang terbuka kepada publik," tulisnya.

Dalam tuntutan ketiga, Elanto menuntut Bawaslu dan Panwaslu Kabupaten aktif berkoordinasi dengan tim kampanye untuk bisa menghentikan konvoi. Menurutnya, Bawaslu dan Panwaslu harus berani memberi sanksi tegas dengan mengacu pada aturan yang berlaku.

"Pasangan calon, tim kampanye, dan gabungan partai politik harus bisa menjamin proses berdemokrasi yang sehat, tak mengancam keamanan warga, dan ketertiban umum. Ingat, partai politik bisa hidup dibiayai publik dengan anggaran negara, sehingga jangan pernah sakiti rakyat dengan perilaku yang negatif. Rakyat akan selalu ingat rekam jejak hitam politisi yang khianati tujuan mulia konstitusi," tulis Elanto dalam tuntutan petisi keempat.

Kelima, Elanto meminta penegak hukum memberlakukan tindakan tegas dalam konvoi apapun yang memiliki potensi mengencam keamanan warga dan mengganggu ketertiban umum. Hal itu merujuk pada Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Pantauan Metrotvnews.com, hingga Kamis 3 Desember pagi, sudah ada 2.512 pendukung yang menandatangi petisi tersebut. Di sisi lain, masa kampanye Pilkada di DIY masih akan berlangsung untuk wilayah Kabupaten Gunungkidul hingga menjelang akhir pekan nanti.


(SAN)