JK Sentil Novanto yang Absen di Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi

Dheri Agriesta    •    Kamis, 03 Dec 2015 10:32 WIB
pencatut nama presiden
JK Sentil Novanto yang Absen di Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi
Wakil Presiden Jusuf Kalla--Metrotvnews.com/Dheri Agriesta

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berpidato dalam Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi di Gedung Nusantara V, Kompleks DPR Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta. JK menyindir absennya Ketua DPR Setya Novanto di deretan undangan yang hadir.

Pada pembukaan pidato, Kamis (3/12/2015), JK menyampaikan permohonan maaf karena Presiden Joko Widodo tak bisa menghadiri acara. Jokowi baru kembali dari kunjungan kerja ke Perancis. JK menyinggung sidang yang digelar Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) semalam, yang mendengarkan keterangan Menteri Energi Sumber Daya Mineral Sudirman Said.

JK menyebut, sidang yang digelar MKD semalam mempertontonkan kepada publik bagaimana sekelompok orang merugikan negara. Sementara pagi ini, jelas JK, semua orang berkumpul untuk membicarakan upaya pemberantasan korupsi.

"Kalau kita lihat tragisme semalam, kita lihat keberanian luar biasa. Bagaimana dengan congkaknya katakan semua dapat dikuasai. Karena itu tadi saya bilang kepada Ketua MPR, nanti yang selalu hadir dalam acara tinggal Ketua MPR dan Ketua DPD, yang satu sudah hilang," kata JK.

Ketua DPR Setya Novanto memang tak hadir dalam acara hari ini. Ia digantikan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Sementara Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Ketua DPD Irman Gusman duduk nyaman di kursi mereka.

Nama Novanto belakangan menjadi bahan perbincangan terkait kasus pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden. Dia dituding Menteri ESDM Sudirman Said menjual nama Presiden untuk melancarkan perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia. Novanto diduga berbicara dengan pengusaha Riza Chalid dan Direktur Utama PT FI Maroef Sjamsudin.

Semalam, Sudirman dimintai keterangan terkait laporan yang disampaikan ke MKD. Sidang digelar secara terbuka. Rekaman antara Novanto, Riza Chalid, dan Maroef Sjamsudin diperdengarkan utuh selama dua jam.


(YDH)