Anggota Komisi XI Apresiasi Sikap Dirjen Pajak

Kesturi Haryunani    •    Kamis, 03 Dec 2015 11:59 WIB
dpr ads
Anggota Komisi XI Apresiasi Sikap Dirjen Pajak
Anggota Komisi XI DPR Dony Ahmad Munir

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Sigit Priadi memutuskan mengundurkan diri dari jabatanya pada Selasa (1/12/2015). Langkah ini diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban karena tidak dapat memenuhi target penerimaan pajak pada 2015.

“Apa yang dilakukan oleh Pak Sigit ini tradisi yang baik. Sebagai tanggung jawab moril atas pekerjaannya, beliau rela mengundurkan diri ketika tidak bisa mencapai target. Saya salut,” puji anggota Komisi XI DPR Dony Ahmad Munir, Rabu (2/12/2015).

Menurut Dony, sikap Sigit tersebut perlu dicontoh pejabat negara lain. Namun, mundurnya pentolan di DJP ini harus menjadi bahan evaluasi bagi DJP atas tidak tercapainya target penerimaan pajak.

“Mudah-mudahan tidak ada pejabat mundur lagi, karena target penerimaan pajak tidak tercapai. Harus menjadi evaluasi menyeluruh terhadap rencana target penerimaan pajak, termasuk effort untuk mencapainya. Satu sisi harus realistis, satu sisi juga harus maksimalkan potensi,” kata Dony.

Dengan mundurnya Sigit, lanjut Dony, tentunya Menteri Keuangan sudah menunjuk pejabat Pelaksana Tugas (Plt). Sehingga dapat meneruskan kinerja dan tugas Dirjen sebelum tahun 2015 berakhir.

“Tahun depan ada penambahan fasilitas di teknologi informasi, sehingga diharapkan akan lebih mudah mencapai target. Pondasinya sudah dibangun tahun ini. Tahun depan, target harus tercapai. Mundurnya Dirjen ini, jadi cambuk untuk para pegawai pajak untuk memacu kinerjanya,” imbuh politikus asal dapil Jawa Barat yang berharap tahun ini penerimaan pajak mencapai lebih dari 80 persen dari target.

Sigit dilantik menjabat Dirjen Pajak pada Februari 2015, menggantikan Fuad Rahmany, setelah melalui proses seleksi jabatn eselon satu Kemenkeu.

Selama di bawah komando Sigit, Dirjen Pajak telah mengumpulkan penerimaan pajak di luar pajak minyak dan gas bumi (migas) sebesar Rp806 triliun atau 64,75 persen dari target sebesar Rp1.244,72 triliun per 27 November 2015. Dengan demikian, ada kekurangan penerimaan sebesar Rp438 triliun.


(NIN)