Komentar Kandidat Bupati Malang soal Survei Elektabilitas

Aditya Mahatva Yodha    •    Kamis, 03 Dec 2015 12:29 WIB
pilkada serentak
Komentar Kandidat Bupati Malang soal Survei Elektabilitas
Pasangan calon bupati Malang saat melakukan deklarasi pilkada damai. (Metrotvnews.com/Aditya Mahatva Yodha)

Metrotvnews.com, Malang: Lembaga Politik dan Rekayasa Kebijakan (Lapora) Universitas Brawijaya merilis survei elektabilitas pasangan calon Bupati Malang, Jawa Timur. Para kandidat kepala daerah punya tanggapan sendiri menyikapi survei itu.

Dalam surveinya, Lapora mengambil responden di 16 dari 33 kecamatan di Kabupaten Malang. Hasilnya, tingkat popularitas calon petahana Rendra Kresna-Sanusi unggul dengan raihan suara 63,7 persen. Sedangkan, Dewanti Rumpoko-Masrifah Hadi 26,8 persen, disusul pasangan Nurkholis-Mufidz 1,5 persen tingkat popularitasnya. Sementara 8,1 persen sisanya, belum mempunyai pilihan.

Rendra Kresna mensyukuri hasil survei. Namun, pihaknya tidak ingin terbuai dengan hasil survei tersebut. "Perjuangan masih lama dan jauh untuk mencapai target kemenangan," tutur Rendra saat dihubungi Metrotvnews.com melalui sambungan telepon, Kamis (3/12/2015).

Terpisah, calon bupati nomor urut dua, Dewanti Rumpoko mengaku bahwa survei yang dilakukan oleh internal Partai pengusungnya yakni PDI perjuangan, jauh lebih akurat daripada yang lain.

"Bolehlah, bebas semua lembaga riset atau survei mau merilis hasil survei tentang Pilkada Malang. Yang jelas survei internal kami (PDIP) yang berjalan delapan bulan lebih ini lebih akurat," tutur calon bupati yang berpasangan dengan Masrifah Hadi tersebut.

Dewanti menambahkan, jika di awal, elektabilitasnya kalah dari pasangan petahana Rendra-Sanusi. Namun seiring waktu dengan blusukan ke 33 kecamatan yang ada di Kabupaten Malang, membuat elektabilitasnya naik.

"Di awal memang elektabilitas kami rendah, bahkan banyak yang bilang incumbent tidur saja bisa mengalahkan kami, namun sekarang coba saja tidur kalau berani, karena elektabilitas kami jauh lebih besar," tambah Dewanti yang juga istri dari Wali Kota Batu Eddy Rumpoko tersebut.

Berbeda dengan Rendra dan Dewanti, calon bupati nomor urut tiga, Nurcholis mempertanyakan proses survei yang dilakukan oleh Lapora tersebut, dia mengatakan kenapa hanya ambil 16 Kecamatan, sementara Kabupaten Malang terdiri dari 33 Kecamatan.

"Itu survei hasilnya dari mana? Kenapa hanya 16 kecamatan padahal Kabupaten Malang ada 33 Kecamatan, saya yakin kebanyakan pendukung saya yang berada di daerah banyak yang tidak dijangkau oleh para peneliti survei," kata Nurcholis.


(SAN)